Santripreneur Brebes Dapat Dukungan Penuh dari Kemenperin dalam Sektor Perbengkelan Roda Dua

0
Ilustrasi via Brebesnews.com


KabarUang.com, Jakarta – Program santripreneur di pondok pesantren Al-Hikmah 1 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mendapatkan dukungan penuh dari Kementran Perindustrian, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA).
Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibaningsih mengatakan dengana danya program ini diharapkan bisa menumbuhkan pionir wirausahawan yang berasal dari santrian dan santriwati.
“Program ini diharapkan menumbuhkan pionir-pionir wirausaha yang berasal dari santri, alumni santri atapun masyarakat sekitar pondok pesantren,”ujarnya di Jakarta, pada Selasa (2/4) dilansir dari sindonews.com.
Beliau menjelaskan pendidikan pesantren lebih luas dari yang dibayangkan, bukan hanya belajar soal pendidikan agama dan moralitas tetapi juga belajar tentang pendidikan formal hingga pendidikan kewirausahaan.
Selain itu, beliau juga meyakini bahwa pondok pesantren berperan sebagai agen pembangunan yang sangat penting dan strategis dalam pegembangan sumber daya masyarakat di pedesaan. Hal inilah yang mendasari dijadikannya santripeuneur sebagai sarana penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rencananya pembinaan yang akan dilakukan ialah bimbingan teknis, fasilitasi mesin, serta peralatan perbengkelan roda dua.
“Adanya unit pendidikan SMK dalam naungan yayasan Pondol Pesantren Al-Hikah ini, mendasari kami memberikan pembinaan di sektor perbengkelan roda dua. Santri di pondok pesantren ini sudah memiliki dasar dalam perbengkelan otomotif. Selanjutnya kami berikan stimulus agar dapat menajdi wirausaha baru,”ujarnya.
Beliau menjelaskan peserta yang akan diikutkan dalam bimbingan teknis sebanyak 20 orang yang merupakan snatri yang berasal dari pondok pesantren, dimana ini dijadikan sebuah wirausaha yang mandiri dan bisa menjadi pionir bagi para santri lainnya agar mau mengembangkan bakatnya dalam bidang bisnis.
“Para santri akan dilatih selama 5 hari mulai tanggal 1 April terkait dan 5 Aprl terkait skill perbengkelan rosa dua serta kewirausahaan,”lanjutnya.
 Fasilitasi mesin yang diberikan diantaranya ialah injection, bike lift, mesin nitrogen, mesin pembuka ban, tool set drawer charger accu sebanyak 2 unit. Fasilitas ini diberikan dengan harapan bisa dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru di pondok pesantren.
Program Santripreuneur ini terus digalakkan oleh Ditjen IKMA. Saat ini sudah pihaknya sudah membina 20 pondok pesantren selama periode 2013 hingga tahun 2018 dengan lebih 3.000 santri yang telah diberikan pelatihan.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Mau Kirim Uang? Ini Dia Cara Transfer Bank BRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here