Pembangunan Infrastruktur Bantu Agar Dapat Kejar Malaysia Dan Juga Singapura

0
1
Ilustrasi Malaysia Dan Singapura via bertuahpos com
KabarUang.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau yang disingkat dengan PUPR, yakni Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi pilihan logis dan juga strategis semata-mata untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus untuk mengejar ketertinggalan.

“Dengan telah selesainya beberapa proyek infrastruktur turut berkontribusi pada peningkatan Indeks Daya Saing Global Indonesia yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) dari semula peringkat 41 (2016-2017) menjadi peringkat 36 (2017-2018). Meskipun demikian masih di bawah Malaysia (peringkat 23) dan Singapura (peringkat 3). Bahkan Vietnam (peringkat 55) terus berusaha mengejar kita,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima seperti dikutip Antaranews, di Jakarta, Jumat (5/4/2019) seperti dikutip dari okezone com

Dia juga kini menjelaskan bahwa apabila infrastruktur Indonesia stagnan maka daya tarik investasi negeri ini akan kalah dari Vietnam. “Ketiadaan infrastruktur yang cukup akan membuat produk Indonesia sulit bersaing, seperti konektivitas yang tidak lancar mengakibatkan biaya logistik kita jauh lebih mahal daripada Malaysia, Singapura, Filipina,” ujarnya Basuki seperti dikutip dari okezone com

Sejak pada tahun 2015 pemerintah mengalihkan belanja subsidi menjadi belanja produktif berupa pembangunan infrastruktur, lalu kesehatan, dan juga berupa pendidikan.

Kebijakan ini juga menjadi tidak populis karena dampak dari pembangunan infrastruktur baru dapat dirasakan dalam jangka menengah atau pergerakan daya gunanya lambat.

“Saat ini beberapa ruas tol belum ramai. Hal ini serupa kalau kita lihat pada awal Jalan Tol Jagorawi baru beroperasi, yang lewat juga tidak seramai sekarang. Butuh waktu 10 tahun bagi Tol Jagorawi untuk layak dari segi finansial dan lalu lintasnya meningkat. Begitu pula dengan Tol Purbaleunyi yang butuh waktu sekitar lima tahun sehingga padat seperti sekarang,” kata Menteri PUPR itu seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Pemerintah Ingin Bagian dari Pelelangan SUN

Dia juga menambahkan bahwa dalam membangun konektivitas juga perlu dilakukan secara sinergi multimoda, sebagai contoh Kementerian Perhubungan membangun pelabuhan dan juga bandara, maka Kementerian PUPR akan menyediakan akses jalannya.

Dalam periode tahun 2015 sampa tahun 2019 pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program prioritas Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo atau panggilan sapaannya Jokowi dan juga Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global.

Pembangunan infrastruktur secara Indonesia Sentris diharapkan juga tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional, akan tetapi juga pemerataan hasil-hasil pembangunan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Untuk itu kenapa kita banyak membangun infrastruktur di Papua, NTT, dan kawasan perbatasan, kalau lihat kepentingan politiknya tentu kita hanya bangun di Pulau Jawa saja,” katanya seperti dikutip dari okezone com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here