Metromini Kini Hanya Tinggal Kenangan Saja

0
Ilustrasi Metromini via id wikipedia org
KabarUang.com, Jakarta – Bus sedang atau yang dikenal dengan Metromini dan juga Kopaja nantinya hanya akan tinggal cerita keberadaannya. Karena, operator bus sedang alias metromini ini juga harus meremajakan angkutannya agar bisa masuk program Jak Lingko.

Kemudian ada juga kabar dari Badan Kepegawaian Negara atau yang disingkat BKN tengah memproses hasil seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau yang biasa disebut PPPK. Dari hasil tes PPPK hanya ada sekitar 318 pemerintah daerah (pemda) sedang proses verifikasi dan juga validasi di BKN.

Lalu ada Grab Indonesia juga yang tengah merespons tarif baru ojek online yang ditetapkan oleh pemerintahan. Menurut pihak Grab, penetapan tarif baru itu juga direncanakan untuk ojol yang akan berdampak kepada masyarakat menengah kebawah.

Baca Juga  Melestarikan Budaya Batak Dengan Cara Pesta Rakyat

Bus sedang seperti Metromini, Kopaja, dan juga sejenisnya yang nantinya akan tinggal cerita saja pada April mendatang. Bulan depan operator bus harus meremajakan angkutannya supaya bisa masuk program Jak Lingko.

Saat ini juga Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyelesaikan proses penayangan harga rupiah per kilometer untuk bus sedang di e-catalogue daerah melalui Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau yang disingkat dengan BPBJ.

Akhir Maret ini juga bisa diselesaikan dan juga ditayangkan sehingga awal bulan April operator bus dapat mengklik pengadaan jasa angkutan umum bus sedang di e-catalogue sebagai tanda menyetujui untuk bekerja sama dengan sebuah perusahaan yakni dengan PT Transportasi Jakarta dalam program Jak Lingko.

”Besaran harga rupiah per kilometer bergantung jenis bus yang dipilih, apakah Hino, Mitsubishi, Mercedes Benz, dan lainnya. Jadi, Metromini, Kopaja, dan bus sedang sejenisnya yang sudah lawas, semua tidak ada lagi setelah masuk Jak Lingko,” ujar Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Masdes Aerofi di Balai Kota DKI Jakarta kemarin seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Sektor Pariwisata Maju, APJI Harus Promosikan Makanan Tradisional

Ke depan nya moda transportasi massal bus rapid transit atau yang diisngkat dengan BRT dan non-BRT di Jakarta bakal terintegrasi dalam program Jak Lingko di bawah pengelolaan Transjakarta. Indikatornya melalui sebaran jaringan orang berjalan paling jauh ada sekitar 500 meter harus ada angkutan umum. Itu juga menjadi Key Performance Index atau yang disingkat dengan KPI yang harus dicapai.

Dalam rencana pengembangan kapasitas layanan sistem Transjakarta, kebutuhan bus mencapai sebanyak 10.018 unit dengan rincian lengkapnya yakni sekitar 2.140 bus besar, kemudian sebanyak 1.518 bus sedang, dan juga ada sekitar 6.360 bus kecil. Pengembangan layanan ini dimulai sejak tahun 2018 dengan penambahan rute dan angkutan bertahap hingga pada tahun 2021. Operator eksisting yang masih di luar Transjakarta akan terus dirangkul.

Baca Juga  Persaingan Tak Sehat Mulai Sentuh Garuda-Sriwijaya Air

”Tahun ini kita kasih kuota Kopaja 150, Metromini 100, Kopami 30, Dian Mitra 8, dan Koantas Bima 36 unit. Kami kasih waktu sampai akhir tahun untuk mereka menyiapkan armada sampai on the road,” kata Masdes seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here