Menteri Perhubungan Tanggapi Soal Polemik Sepinya Bandara Kertajati

0

Ilustrasi via Wikipedia com
KabarUang.com, Lampung – Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang dikenal dengan Bandara Kertajati sampai saat ini masih sepi pengunjung. Hal ini dikarenaka katerisian atau okupansi masih jauh dari yang diharapkan.
Soal Bandara yang sepi ini mengakibatkan polemik dan berbagai persepsi miring. Pemprov Jawa Barat turut khawatir dengan kondisi ini. Namun, BPN (Badan Pemenang Nasional) memberikan tanggapannya bahwa hal ini terjadi karena pembangunan yang belum maksimal.
“Belum maksimal pembangunan ini, harusnya terintegrasi. Jadi dari awal perencanaan harus cepat dibangun, bandara dibuka akses tolnya seharusnya sudah ada,”ujar juru bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade dilansir dari detikfinance.com.
Disisi lain, Menhub Indonesia, Budi Karya Sumandi juga mengatakan bahwa sepinya Bandara Kertajati karena masih dalam tahap pengembangan.
“Bandara Kertajati sedang akan kita kembangkan,”ujarnya saat ditemui di Way Kanan, Lampung, pada Sabtu (6/4).
Melihat sejarah pembangunan Bandara Kertajati ini dimulai pada saat adanya ide pembangunan pada tahun 2003 yang diususng oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat yang saat itu berharap adanya bandara di Jabar (Jawa Barat) bagian Utara.
Namun, pelaksanaannya sendiri baru dimulai sejak 2016 silam. Lamanya perjalanan pembangunan Bandara terbesar setelah Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dikarenakan sulitnya menetapkan lokasi dan pengadaan lahan.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun Bandara ini ialah Rp 2,6 triliun. Dana ini diperoleh dari dana kemitraan dengan swasta dan tak lepas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Awalnya Bandara Kertajati ini ditargetkan selesai pada akhir 2017 namun banyaknya kendala yang ada, proyek ini baru rampung pada tahun 2018. Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bandara ini pada tanggal 24 Mei 2018. Penerbangan komersilnya dimulai pada akhir 2018 lalu.
Rute penerbangannya sendiri diisi oleh maskapai plat merah, yakni PT Grauda Indonesia dengan tujuan Kertajati –Tanjung Karang-Palembang (pulang pergi/pp) dan Kertajati-Balikpapan-Tarakan (pp). Namun, sayangnya tingkat okupansinya hanya 30%.
Untuk itu, Pemprov Jabar meminta agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan perjalanan dinas disarankan untuk menggunakan transportasi udara melalui Bandara Kertajati. Dengan begitu, diharapkan bahwa tingkat okupansinya dapat meningkat.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Fokus Pemerintah di 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here