Menteri BUMN Rini Soemarno Mengatakan, Bahwa Holdingisasi Diyakini Akan Membentuk Perusahaan Menjadi Lebih Efisiensi Dan Lebih Kuat di Sektor Finansialnya

0
6
Ilustrasi Menteri BUMN via medcom id
KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau yang disingkat dengan BUMN kini tengah gencar membentuk holding perusahaan-perusahaan pelat merah. Harapannya, dengan holding BUMN ini bisa menjadikan kinerja perusahaan semakin baik dan efisien.

Yang terbaru, pemerintah juga berencana membentuk holding sektor penerbangan. Jika tidak ada aral melintang, tiga perusahaan BUMN yang bergerak di jasa penerbangan akan segera disatukan di bawah sebuah holding company. Ketiga perusahaan itu adalah Angkasa Pura I, lalu juga Angkasa Pura II, dan juga Garuda Indonesia.

Saat ini, rencana pembentukan holding tersebut masih dalam tahap pengkajian dan perlu lagi memastikan lebih dalam jika ada yang belum siap. Kementerian BUMN juga sangat berharap, holding tersebut bisa mengikuti kesuksesan holding lain yang sudah lebih dahulu dibentuk seperti pertambangan yang dipimpin Inalum.

Khusus di sektor penerbangan, pembentukan holding harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena setiap entitas bisnis BUMN memiliki karakter yang berbeda-beda satu sama lain. Angkasa Pura, misalnya, adalah pengelola bandara, dan sedangkan Garuda Indonesia adalah operator maskapai penerbangannya.

“Jadi kajiannya harus hati-hati dan detail. Kalau untuk efisiensi katakanlah tujuannya untuk memperbaiki kinerja keuangan, seharusnya bisa dilakukan dengan alternatif yang lain melalui diversifikasi usaha korporat. Jangan sampai justru kinerjanya makin terpuruk,” kata Ekonom Center Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal di Jakarta kemarin seperti dikutip dari okezone com

Menurut dia, jika mengacu pada holding BUMN Pertambangan lewat Inalum, hal ini juga tidak menjadi banyak masalah, sebab core business masing-masing usaha di dalamnya berada pada satu koridor yang sama.

“Lain kasus dengan yang terjadi di PT Perkebunan, yang digabung tapi kinerjanya justru merosot. Ini karena ada PT Perkebunan lain, yang terpuruk kinerja keuangannya sehingga harus disubsidi,” ujar dia seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru di Sulawesi Tengah

Dia juga menambahkan, fokus utama nya saat ini adalah penggabungan sejumlah BUMN di bidang jasa penerbangan menjadi holding penerbangan harus memiliki sinergi yang jelas dan juga harus saling menguntungkan.

“Makanya sinkronisasi diperlukan dalam rangka harmonisasi dari sisi institusional maupun sumber daya manusianya,” pungkasnya seperti dikutip dari okezone com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here