Menlu Korsel Akan Negosiasi Percepatan Kerja Sama Dangang Dengan Indonesia

0
ilustrasi via breakingnews co id


KabarUang.com , Jakarta – Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha, akan membahas percepatan negosiasi kerja sama perdagangan dengan Indonesia saat menemui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta pada 8 April mendatang.
“Selain mendiskusikan isu-isu yang berkembang di kawasan dan global saat ini, kesempatan ini juga akan dipakai kedua menlu untuk melihat perkembangan pembahasan negosiasi perjanjian perdagangan kedua negara,” ucap Direktur Jenderal Asia Pasifik Kemlu RI, Desra Percaya, dalam jumpa pers di kantornya.
Kerja sama itu tertuang dalam perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). IK-CEPA diharapkan mampu menggenjot nilai perdagangan kedua negara supaya mencapai target US$30 miliar atau Rp424,2 triliun pada 2022 mendatang.
“Target penyelesaian IK-CEPA itu November tahun ini. Itu target yang diharapkan, tapi pelaksanaannya tergantung dinamika negosiasi itu sendiri berdasarkan perkembangan,” kata Desra.
IK-CEPA sebenarnya sudah lama dibahas Jakarta dan Seoul. Namun, pada 2014, pembahasan terhenti karena Korea Selatan tidak menyepakati berbagai hal. 
Hambatan penyelesaian pakta dagang tersebut antara lain komitmen investasi Korsel yang harus dimasukkan ke dalam CEPA.
Selain itu, Indonesia juga belum bisa menerima proposal penurunan tarif Korsel untuk produk yang sensitif seperti besi dan baja. Indonesia juga tidak mau meliberalisasi sektor telekomunikasi seperti proposal Korea.
Indonesia sebenarnya sudah memiliki kerja sama perdagangan dengan Korsel, tapi dalam naungan ASEAN-Korea Free Trade Agreement (FTA). Namun, produk Indonesia ke Korea Selatan tidak memiliki preferensi khusus dalam kerja sama tersebut, lantaran bersifat multilateral.
Selain itu, nilai perdagangan Indonesia dengan Korsel juga tidak signifikan dibanding negara lainnya.
Sebagai contoh, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun lalu mencapai US$18,62 miliar atau tumbuh 14,08 persen dibanding tahun sebelumnya US$16,32 miliar. Sementara itu, nilai perdagangan antara Korsel dan Vietnam mencapai US$60 miliar pada periode yang sama.
Pada Februari lalu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut target IK-CEPA itu juga sesuai dengan kesepakatan Presiden Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 2017 lalu.
Enggar yakin negosiasi kali ini bisa berlangsung lancar karena Korsel juga sudah memberikan lampu hijau.
“Karena presidennya masing-masing sudah beda, jadi kedua pemimpin sama-sama memprioritaskan kesepakatan ini,” tutur Enggar.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Rest Area Tol Trans-Jawa Hanya untuk UMKM Kata Joko Widodo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here