Kemenperin Siapkan Regulasi untuk Produk Tembakau Alternatif

0
ilustrasi via merdeka com



KabarUang.com , Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menyiapkan regulasi baru tentang produk Industri Hasil Tembakau (IHT). Hal ini menyusul pengembangan produk tembakau alternatif yang dipanaskan dan tanpa asap.

‎Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela-sela acara silaturahim dengan para pekerja sigaret kretek tangan (SKT) di pusat fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk di Surabaya, Jawa Timur.

“Pemerintah juga akan membahas itu untuk dikembangkan. Nantinya, tentu akan memitigasi dampak risiko merokok,” ujar dia di Jakarta.

Produk tembakau alternatif yang telah dikembangkan HM Sampoerna yaitu Iqos merupakan salah satu contoh dari penerapan revolusi industri 4.0. Dengan sistem tembakau yang dipanaskan, bukan dibakar diharapkan bisa berkontribusi dalam memitigasi risiko dan bahaya merokok.

Baca Juga  Jurus Mandiri Sekuritas Dukung Pembiayaan Infrastruktur

“Kita harus apresiasi terhadap upaya ini,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita menyatakan, induk perusahaan Sampoerna memang telah mengembangkan produk yang diberi nama Iqos. Saat ini, Iqos bahkan sudah dipasarkan di lebih dari 40 negara di Eropa dan Asia, termasuk Jepang dan Korea, namun memang belum dipasarkan di Indonesia.

‎”Perbedaannya terletak dari cara konsumsinya saja. Kalau rokok dibakar, sementara Iqos dipanaskan,” ungkap dia.

Ia melanjutkan, mengonsumsi produk Iqos berpotensi memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibanding mengonsumsi rokok. Pengembangan yang dilakukan memang bertujuan memitigasi risiko dan dampak kesehatan yang diakibatkan oleh rokok.

“Kalau dipanaskan, maka pembentukan zat-zat kimia yang berbahaya maupun berpotensi berbahaya, lebih kecil daripada dibakar. Itu perbedaan mendasarnya,” tandas dia.

Baca Juga  Ini 10 Jenis Usaha Kuliner Yang Paling Laku

Perangkat rokok tanpa asap, yang dipanaskan bukan dibakar atau istilahnya heat not burn (HNB) iQOS tengah menjadi tren. Produk yang dibesut Philip Morris International, produsen rokok Marlboro ini melesat tinggi, terutama di pasaran Jepang.

Perangkat iQOS tersedia di toko-toko di Inggris. Ketika di pasarkan di Jepang, produk iQOS tersebut diminati, bahkan berhasil mengungguli produk rokok buatan Japan Tobacco.

“Nah, kami ingin meluruskan bahwa iQOS bukan produk tembakau alternatif milik Japan Tobacco, melainkan milik Philip Morris International,” terang Manager External Communications PT. HM Sampoerna Tbk, Nazrya Octora dalam klarifikasinya kepada Health Liputan6.com, ditulis Jumat, 25 Januari 2019.

Meskipun menguasai 60 persen pasar rokok lokal, Japan Tobacco berada di sisi yang salah dari meningkatnya popularitas produk tembakau alternatif yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn atau HNB). Japan Tobacco telah tertinggal dibandingkan dengan pemilik Marlboro.

Baca Juga  Harga Tiket MRT Dibilang Tak Mengerti Rakyat Biasa

Philip Morris International pada tahun 2014 mulai menjual perangkat produk tembakau bernama IQOS di Jepang, sebagaimana dilansir dari New Strait Times. iQOS muncul sebagai produk uji coba yang sukses untuk kategori rokok elektronik.

Ini dikarenakan rokok elektrik yang menggunakan cairan nikotin tidak diperbolehkan di bawah peraturan farmasi di Jepang.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here