Inflasi Terjadi Akibat Harga Tiket Pesawat Tak Wajar Kata BPS

0
Ilustrasi Ketua BPN Suhariyanto via medcom id
KabarUang.com, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik atau yang disingkat dengan BPS, yakni Suhariyanto menyebut bahwa salah satu penyebab inflasi yang terjadi pada bulan Maret 2019 kemarin merupakan karena adanya kenaikan harga tiket pesawat. Adapun juga kontribusi tiket pesawat terhadap inflasi sekitar 0,03%. Dari angka tersebut ada sekitar lima wilayah yang mencatatkan angka inflasi dari tiket pesawat. Pertama adalah dari Kota Tual di Maluku Utara yang mencatatkan inflasi ada sebesar 32,14%.

Sementara itu, selanjutnya adalah Kota Bungo di Jambi yang mana inflasinya yang mereka catat telah mencapai 27,38%. Lalu ada Ambon dengan inflasinya adalah sebesar 20,83%. Lalu disusul Kota Malang dengan angka inflasinya adalah sekitar 14,13%. Kemudian yang terakhir adalah Manokwari dengan angka inflasinya yaitu sebesar 13,2%

Baca Juga  Ternyata Infrastruktur Indonesia Masih Tertinggal Jauh Dibanding Negara Tetangga

“Ini adalah beberapa contoh di mana angkutan udara inflasinya masih cukup tinggi,” ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/4/2019) seperti dikutip dari okezone com

Pria yang kerap disapa kecuk itupun juga menjelaskan kembali bahwa memang tarif tiket pesawat ini bukan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi. Faktor pendorong inflasi pada bulan Maret 2019 sendiri dari belanja keluar yakni Kesehatan dan Sandang.

Baca Juga  51 Persen Saham Sriwijaya Air Akan Dibeli Garuda Indonesia

“Ini (tiket pesawat) memberikan kontribusi tapi bukan yang utama ya,” ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Akan tetapi lanjut Kecuk, kenaikan angka inflasi pada transportasi udara ini juga sangat tidak wajar. Mengingat jika pengalaman tahun-tahun sebelumnya, angka inflasi dari transportasi udara seharusnya mengalami penurunan untuk pada saat ini.

Biasanya pengaruh kenaikan tiket udara pada inflasi sendiri terjadi pada masa-masa libur panjang dan juga sekolah. Seperti pada saat natal dan juga tahun baru, lebaran dan juga momen puasa. Sedangkan pada Maret ini tidak terlalu banyak libur.

Baca Juga  AJB Dihimbau Untuk Bayar Klaim Nasabah

“Biasanya angkutan udara ini adanya di Januari, tapi ternyata masih ada juga di Februari, kemudian sampai Maret juga masih terasa 0,03%,” ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here