Inflasi Pada Bulan Maret Diprediksi Tidak Akan Sampai 0,1%

0
Ilustrasi Inflasi via starberita com
KabarUang.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik atau yang disingkat BPS, akan segera merilis angka inflasi pada bulan Maret 2019 pada hari ini. Angka inflasi di  bulan Maret diprediksi berada di level rendah. Ekonomi Indef Bhima Yudistira juga telah mengatakan, angka inflasi pada bulan Maret diperkirakan berada di angka 0,05% sampai 0,1%. Angka inflasi ini juga masih dipengaruhi oleh bahan pangan yang mengalami kenaikan meskipun memang jumlahnya masih relatif kecil.

Menurut Bhima juga pada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan seperti bawang merah sampai cabai. Sementara itu, komoditi pangan seperti daging ayam dan juga telur justru mengalami penurunan pada bulan Maret 2019.

Baca Juga  Langkah Holding BUMN Perkebunan Menuju Perusahaan Bertaraf Internasional

“Diperkirakan inflasi 0,05%-0,1% (mom). Faktornya beberapa komponen bahan pangan seperti bawang merah, cabai yang sensitif cuaca hujan harganya naik sepanjang Maret. Tapi komponen lain seperti ayam, telur justru mengalami penurunan,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (1/4/2019) seperti dikutip dari okezone com

Menurut Bhima, memang pada tekanan di bahan pangan ini masih belum terlalu besar. Justru dirinya dapat memperkirakan bahwa nantinya pada bulan April baru akan terlihat signifikan dampaknya terhadap angka inflasi.

“Tekanan dari sisi bahan makanan belum terlalu besar. Kemungkinan April jelang Ramadan baru menunjukkan kenaikan harga,” jelasnya seperti dikutip dari okezone com

Sementara itu untuk dari sisi konsumsi rumah tangga masih relatif stabil di level rendah. Dirinya juga memperkirakan konsumsi rumah tangga baru akan terdongkrak pada bulan April mendatang seiring adanya Pemilihan Presiden, Pemilihan Umum dan juga bulan Ramadhan.

Baca Juga  Pendapatan Usaha Pelindo II Ditargetkan Rp13,5 Triliun di 2019

“Inflasi inti juga diperkirakan bergerak rendah sebagai indikator belum terdorongnya konsumsi rumah tangga seiring faktor musiman. Saat pemilu dan jelang Ramadan baru nanti kita cek apakah konsumsi rumah tangga naik di atas ekspektasi dan mendorong inflasi (demand pull),” jelasnya seperti dikutip dari okezone com

Bhima juga menambahkan, bahwa harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered prices) juga belum ada perubahan yang signifikan. Pasalnya, jelang pemilu nanti dipastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ataupun listrik.

Baca Juga  Polusi Udara Pangkas 20-30 Bulan Angka Harapan Hidup Anak

“Ini mendorong stabilnya inflasi harga yang diatur pemerintah,” kata Bhima seperti dikutip dari okezone com

Sementara itu dari sisi transportasi, justru ada sedikit tekanan dan juga berdampak lumayan. Hal tersebut juga dikarenakan mahalnya tiket pesawat dan juga bagian kargo nya.

“Tekanan dari sisi transportasi udara masih terasa karena bagasi berbayar dan tarif pesawat masih mahal kendati harga avtur sudah turun. Justru di bulan April tarif angkutan bisa turun pasca Lion menurunkan tarifnya,” ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here