Indeks Dolar AS Jadi Lemah Akibat Tertekan Poundsterling

0
5
Ilustrasi Dolar As via danum id
KabarUang.com, Jakarta – Indeks dolar AS kini menurun pada akhir perdagangan tanggal 1 April 2019. Dolar dinyatakan loyo di tengah meningkatnya pound Inggris, karena investor terus mengawasi pemilihan parlemen pada empat proposal Brexit dari sembilan proposal pada hari- hari berikutnya.

Ketua Majelis Rendah Inggris yakni John Bercow memilih empat proposal Brexit dari sembilan untuk anggota parlemen untuk memilih, yang meliputi keanggotaan Inggris dari satu pasar dan juga pada serikat pabean.

Anggota parlemen diharapkan untuk memberikan suara pada putaran kedua “indikatif suara,” yang akan dimulai pada pukul 20:00 BST, dan itu dimaksudkan semata-mata untuk melihat apa hasil, jika ada, perintah mayoritas di parlemen, yang telah menolak Perdana Menteri Kesepakatan Brexit Theresa May sebanyak tiga kali sejak pada bulan Januari.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke kisaran USD1,1211 dari yang pada awalnya USD1,1214 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi sekitar USD1,3125 dari awalnya USD1,3003 di sesi sebelumnya. Dolar Australia juga dinyatakan naik ke USD0,7112 dari USD0,7097 seperti dikutip dari okezone com

Dolar AS kini dibeli 111,36 yen oleh Jepang, lebih tinggi dari 110,82 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik hingga sekitar 0,9989 franc Swiss dari 0,9960 franc Swiss, dan kini jatuh ke 1,3310 dolar Kanada dari 1,3355 dolar Kanada, demikian juga seperti dilansir dari Xinhua, Selasa (2/4/2019).

Baca Juga  Kemendag Terbitkan Beleid Origin Declaration

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here