Cegah Penipuan, BI Lakukan Standarisasi QR Code

0
Ilustras via Indramyuku com

KabarUang.com, Jakarta – QR Code payment yang semakin marak digunakan, membuat BI (Bank Indonesia) was-was. Untuk itu, BI akan menerapkan standarisasi QR Code sebelum teknologi itu digunakan sebagai salah satu cara pembayaran di Indonesia. Hal ini dilakukan demi mencegah penipuan seperti halnya yang telah terjadi di luar negeri.
Menurutnya banyak negara yang sudah menggunakan QR Code untuk sistem pembayaran, namun masih belum ada standarisasi yang jelas.
“Negara-negara lain sudah banyak yang melakukan transaksi nontunai menggunakan QR Code, namun tidak dilakukan strandarisasi,”ungkapnya.
Filiangsih Hendarta selaku Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia mengatakan bahwa saat ini BI masih mengkaji sistem pembayaran dengan menggunakan QR Code guna menyusun standard yang akan menjadi acuan dalam negeri.
“Bank Indonesia melihat sebelum kita terlambat seperti negara lain, mumpung yang menggunakan masih sedikit, nanti lebih susah. Kita liat penipuan di China, kerugian sampai 13 juta dolar AS,”ujarnya saat di Gedung Bank Indonesia, pada Kamis (4/4).
Namun, disisi lain, pihaknya mendukung adanya sistem pembayaran dengan QR Code. Hal ini dilakukan karena sesuai dengan program pemerintah yang mendorong publik bertransaksi nontunai. Dia juga mengatakan bawa transaksi dengan QR Code bisa memudahkan masyarakat karena dinilai lebih fleksibel.
“QR Code lebih ramah bagi pedagang dan nasabah. Dia lebih fleksibel digunakan dan bisa idgunakan di berbagai lokasi mulai dari pedagang paling kecil sampai departement store bisa menggunakan,”jelasnya.
Untuk melakukan klasifikasi QR Code, saat ini Bank Indonesia sudah membentuk kelompok kerja yang di dalamnya melibatkan sebanyak 19 institusi. Kini, sudah memasuki piloting project atau tahap kedua. Didalamnya membahas soal isu-isu permasalahan yang terjadi pada penyelenggara dan pedagang. Beliau mengatakan piloting project ini akan rampung dalam waktu dua bulan mendatang.
“Ini masih dalam tahap percobaan kedua, untuk mengetahui apa masalah yang masih ada di penyedia layanan QR Code dan para pedagang. Percobaan tahap kedua ini selesai bulan depan,”tambahnya.
Dia mengatakan tahap satu sudah diselesaikan pada November 2018.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  ASN TNI dan Polri untuk Beli Rumah Dipermudah Jokowi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here