Bansos Hingga Akhir Maret 2019 Mencapai Rp36,97 Triliun

0
Ilustrasi Bansos via suaramerdeka com

KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Keuangan juga sudah mencatat adanya realisasi penyaluran bantuan sosial atau yang disingkat dengan bansos sampai akhir bulan Maret 2019 kini telah mencapai Rp36,97 triliun. Realisasi ini juga meningkat pesat sebesar 106,62% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Pada periode yang sama di tahun 2018, penyaluran bansos hanya mencapai sekitar Rp17,9 triliun atau juga sekitar 22% saja dari pagu yang dianggarkan dalam APBN tahun 2018.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan juga Risiko Kemenkeu yakni Luky Alfirman, tingginya penyaluran bansos tak berkaitan dengan kepentingan tahun politik. Menurut pendapatnya, peningkatan tersebut juga dikarenakan jumlah anggaran bansos pada tahun ini memang jauh lebih tinggi. Pada tahun 2018, anggaran bansos hanya sebesar Rp81,26 triliun, kemudian menjadi sebesar Rp224,41 triliun di tahun 2019 ini.

Baca Juga  Bank BRIsyariah Catatkan Laba pada Triwulan I-2019 sebesar Rp30,06 M

“Bansos kita tahun 2019 anggarannya memang lebih tinggi. Jadi memang anggaran di Kementerian Sosial juga lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga ini betul-betul tidak ada kaitannya dengan pemilu 2019,” jelas dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/4/2019) seperti dikutip dari okezone com.

Dia bahkan menjelaskan, faktor yang sangat mempengaruhi peningkatan penyaluran ini karena pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) sampai dengan tahap ke II ini pun dikarenakan adanya peningkatan indeks pada komponen kesehatan dan pendidikan sebesar 100 %. Lalu percepatan pencairan iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sudah dibayar sampai dengan bulan Mei 2019, yaitu ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.

Baca Juga  Usai Lebaran, Ada Baiknya Lihat Kembali Sisa Dana Untuk 'Bertahan Hidup'

“(Kami) Percepat pelunasan kesehatan ke BPJS untuk selesaikan kewajiban kita yang telah diatur PMK (Peraturan Menteri Keuangan),” katanya seperti dikutip dari okezone com.

Selain itu, juga didorong dengan adanya realisasi Bantuan Pangan Non Tunai atau yang disingkat dengan BPNT, dan juga ada realisasi Bansos lainnya, antara lain seperti halnya Program Indonesia Pintar (PIP) dan juga bidikmisi.

“BPNT juga eksekusi, sehingga dampak ke masyarakat betul-betul nyata. Selama ini kan banyak ditanya kenapa anggaran kita lambat penyerapannya sehingga kita percepat agar manfaat pelaksanaannya lebih baik,” jelas dia seperti dikutip dari okezone com.

Baca Juga  Warren Buffet Bagi Tips Bagi Anak Muda Untuk Kelola Uangnya Lebih Baik 50% Dari Sekarang
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here