Apa Tanggapannya Jika Tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome Kini Rp10.000

0
Ilustrasi LRT via Liputan6 com
KabarUang.com, Jakarta – Proyek light rail transit atau yang disingkat dengan LRT Kelapa Gading-Velodrome tengah menentukan besaran tarif. Diperkirakan tarif per penumpang yakni sebesar Rp10.000. Terpenting, penetapan tarif harus mendapatkan persetujuan DPRD.

“Tarif masih di angka Rp10.000, belum disubsidi. Satu gerbong berkapasitas 270 penumpang. Kalau berdiri padat kayak LRT di Jepang bisa 300-an,” ujar Direktur PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi kemarin seperti dikutip dari okezone com

Menurut dia, bahwa tarif Rp10.000 cukup untuk meningkatkan pelayanan operasional. Karena, biaya infrastruktur ditanggung sepenuhnya APBD yang totalnya kini mencapai Rp6,8 triliun. Saat LRT menentukan besaran tarif, justru DPRD DKI hendak akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna membahas rencana kelanjutan pembangunan LRT Kelapa Gading-Velodrom. Satya juga sangat berharap DPRD mendukung terlebih dahulu persiapan pembangunan LRT fase II atau Velodrome-Tanah Abang.

Baca Juga  Kenaikan Jumlah Penumpang KA Tanjung Karang selama November 2018

“Kami berupaya mencari pendanaan dari luar APBD. Pembentukan pansus memengaruhi kinerja kawan-kawan di lapangan. Kami pastikan semua dalam koridor yang dapat di pertanggungjawabkan,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Untuk progres LRT fase I pada saat ini dua gerbong dalam proses teknis yang membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 4 minggu untuk kesiapan tes. Dua gerbong kini akan rampung dirakit di Depo Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Pertengahan Mei atau awal Juni, Kementerian Perhubungan melakukan sertifikasi. Kami harap selesai paling lambat empat minggu sehingga Juli bisa dioperasikan,” ujar Satya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Kemendag Diminta Revisi Aturan Acuan Harga Jagung

Sambil menunggu operasional LRT, Jakpro juga kini tengah mempersiapkan SDM yang telah direkrut sejak Januari lalu dan juga dikirim ke Korea sekaligus melakukan pelatihan di Indonesia agar dapat mengoperasikan LRT sesuai prosedur.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengaku juga tidak mempermasalahkan besaran tarif yang sebesar Rp10.000. Bahkan bila diperlukan, DPRD juga akan membantu memberikan subsidi melalui pembahasan APBD. Terpenting demand penumpang LRT yang hanya di Kelapa Gading-Velodrome yang sudah diketahui jelas penggunaannya.

“Siapa saja berhak mendapatkan subsidi, tapi kembali lagi apa kah ada yang naik LRT Velodrom-Kelapa Gading,” ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  MRT Beroperasi, Pekerja Jakarta Bakal Makin Produktif

Terkait rencana pembentukan pansus, Bestari juga hingga sampai saat ini masih belum mengetahuinya. Akan tetapi, jika untuk mencegah penggunaan APBD yang berlebihan dalam proyek fase II, pansus juga tersebut tidak maksimal.

“Kalau tidak dari APBD, dari mana lagi bangun infrastruktur transpor tasi yang jelas untuk kepentingan publik,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here