Ada Pencucian Uang di Fintech, Kita Harus Waspada!

0
4
Ilustrasi Bahaya Pencucian Uang Fintech via nusantara news
KabarUang.com, Jakarta – Kemajuan teknologi merupakan salah satu hal yang tidak dapat dibendung untuk perkembangannya. Mau tidak mau atau suka tidak suka, teknologi akan selalu bergerak dinamis sejalan dengan kebutuhan manusia didunia itu sendiri.

Seperti yang terjadi sekarang, banyak sekali orang membicarakan tentang revolusi industri 4.0 atau juga industri yang menggabungkan teknologi siber dan juga robotik dalam proses kerjanya. Hal itu muncul lantaran kebutuhan manusia yang menginginkan segala hal berjalan secara cepat namun tetap akan aman.

Secara positif, hadirnya teknologi 4.0 akan banyak membantu manusia untuk dapat mengejar target yang diharapkan. Akan tetapi juga jangan lupa, setiap hal yang punya unsur kebaruan memiliki dua sisi mata uang.

Baca Juga  Dapat Pinjaman Untuk Pedagang Jangan Lupa Dicicil

Jika ada benefit, tentu ada juga ancamannya. Sebagai contoh perkembangan teknologi di industri keuangan yang pada akhirnya melahirkan “bayi” bernama Fintech atau juga bisa disebut financial technology. Munculnya industri baru ini disambut dengan gegap oleh kaum muda dan gagap oleh sebagian golongan.

Dan dengan hadirnya industri ini, generasi milenial yang selama ini dikenal memiliki mobilitas tinggi dan juga memiliki ketertarikan dengan hal-hal berbau teknologi canggih, menyambut fintech dengan penuh keceriaan. Dengan penuh harapan bahwa nantinya Fintech dapat memudahkan proses hidup mereka.

Namun ada juga golongan yang menerima kehadiran industri itu dengan gagap. Karena mereka pikir mungkin selama ini mereka sudah terbiasa dan juga sudah nyaman dengan sistem konvensional yang sudah terbangun sebelumnya.

Baca Juga  Realisasi Bansos Melesat Tiga Kali Lipat Tahun 2019

Bahkan salah satu kandidat Presiden yang ikut dalam kontestasi politik di Pemilu tahun 2019, yakni Bapak Prabowo Subianto pernah juga mengatakan bahwa dengan hadirnya Unicorn bisa membuat uang di Indonesia lari ke luar negeri. Unicorn itu sendiri merupakan sebutan bagi perusahaan rintisan yang memiliki valuasi aset minimal 1 miliar dolar AS.

Sebelumnya Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau yang disingkat dengan PPATK, yakni Kiagus Ahmad Badaruddin pernah juga pernah mengatakan bahwa fintech bisa dimanfaatkan untuk money laundring. Hal ini juga serupa sebenarnya pernah juga menjadi kekhawatiran bagi beberapa orang, di mana perusahaan fintech lending rentan digunakan sebagai sarana pencucian uang. Seperti dikutip dari okezone com, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Baca Juga  AirAsia Stop Jual Tiket Pesawat Lewat Traveloka di 6 Negara

Kecemasan tersebut juga sebenarnya dapat dipahami, pasalnya sampai sekarang belum ada aturan yang jelas terkait dengan penerapan program Anti Pencucian Uang dan juga tentang Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) dari regulator.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga kini mengakui bahwa memang pada saat ini proses skrining di industri fintech baru dilakukan oleh asosiasi fintech indonesia (Aftech).

Analis Eksekutif Senior Grup Penanganan APU-PPT OJK yakni Dewi Fadjarsarie Handahajani mengakui asosiasi merupakan salah satu self regulatory yang bisa melakukan pengawasan terhadap calon anggota dan juga anggotanya .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here