YLKI Sebut Perum Damri Naikkan Tarif Bus Bandara Secara Diam-Diam

0
6
Ilustrasi Damri via alinea id
KabarUang.com, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau juga YLKI mengungkapkan bahwa Perum Damri yang menaikkan tarif bus jurusan Bandara Soekarno Hatta yang ada sebesar Rp5.000. Ketua Pengurus Harian YLKI, yakni Tulus Abadi, bahkan tak segan-segan untuk menuding kenaikan tersebut dilakukan secara diam-diam.

“Kenapa kita sebut diam-diam, karena nyaris tak ada sosialisasi yang dirasakan konsumen. Banyak keluhan dan pertanyaan konsumen terkait hal itu,” kata Tulus seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu, 10 Januari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Lebih lanjut lagi dia mengatakan, bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari berbagai laporan konsumen, kondektur bus Damri yang ditanyakan perihal kenaikan itu juga menyatakan telah berlaku awal sejak dari awal tahun 2019 atau tepatnya pada bulan Januari 2019.

Padahal berdasarkan pengamatan konsumen di lapangan yang juga telah dikumpulkan, bahwa tidak ada informasi adanya pengumuman terkait kenaikan itu, baik untuk di loket pembayaran dan juga atau di kabin bus Damri.

“Jika hal itu benar, YLKI sangat menyesalkan hal tersebut. Sebab apa yang dilakukan managemen Damri tidak menghargai hak konsumen yang dijamin di dalam UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” tegas dia seperti dikutip dari viva co id

Padahal,Tulus juga mengungkapkan, dalam Pasal 4 UU Perlindungan Konsumen, dinyatakan bahwa konsumen mempunyai hak atas informasi yang jelas,  jernih dan jujur saat menggunakan barang dan atau jasa. Informasi yang dimaksud pun ditegaskannya bukan sekadar adanya informasi kenaikan tarif, tetapi juga terkait alasan adanya kenaikan tersebut.
“Hal ini yang tidak dilakukan managemen Perum Damri. Apalagi kenaikan itu tidak pernah dibarengi dengan standar pelayanan yang jelas dan terukur. Misalnya sistem ticketing masih manual, masih menggunakan sistem sobek karcis kecuali untuk Terminal 3. Aduuh, jadul banget,” tuturnya seperti dikutip dari viva co id
YLKI juga dikatakannya menduga bahwa kenaikan itu dilakukan karena rute bus Damri Bandara Soekarno-Hatta adalah rute paling profitable atau juga menguntungkan. Tanpa rute bandara, menurutnya bus Damri lebih condong untuk merugi. 
“Tapi ini tidak fair, jika rute bandara dijadikan satu-satunya sumber pendapatan yang menguntungkan. Managemen Damri harus berani menutup rute-rute yang merugi. Kecuali rute tersebut dalam penugasan pemerintah, dan artinya pemerintah harus membayar selisih kerugiannya itu. Tidak bisa konsumen bus Damri harus menanggung kerugian tersebut,” tegas Tulus seperti dikutip dari viva co id
Baca Juga  Perhimpunan Penghuni Rusun Keberatan dengan 2 Aturan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here