Vokasi Industri Gaet 400.000 Siswa SMK Guna Kurangi Pengangguran

Advertisement

Vokasi Industri Gaet 400.000 Siswa SMK Guna Kurangi Pengangguran

Nurlaila Fitriani
Minggu, 10 Maret 2019
Ilustrasi via Ekonomi Bisnis com




KabarUang.com, Jakarta – Kementrian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi lebih dari 400.000 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk ikut program pendidikan vokasi yang sesuai dengan industri. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi pengangguran.

Mujiyono selaku Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin mengatakan bahwa program yang sejak tahun 2017 diadakan ini memiliki tujuan utama untukmeningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Selain itu, tujuan lainnya sekaligus untuk mengurangi anka pengangguran.

“Mereka disiapkan agar bisa langsung bekerja setelah lulus, karena telah memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan di dunia industri saat ini. Sebab, mereka mendapatkan pembelajaran yang porsinya 70% praktik dan 30% teori,”ujarnya di Jakarta pada Sabtu (9/3) dlansir dari bisnis.com.

Hingga saat ini, di tahap sembilan sudah ada sebanyak 2.350 SMK serta 899 perusahaan yang mengikuti program ini. Kerjasama yang terjalin dengan perusahaan pun sudah mencapai 4.351 perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani.

“Dalam perjanjian kerja sama tersebut, satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan sesuai kebutuhan dan kejuruan yang diinginkan. Setiap SMK rata-rata ada 200 siswa,”ujarnya.

Wilayah SMK yang sudah mengikuti program vokasi ini diantaranya ialah Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi bila ditinjau hingga bulan Maret ini. rencananya program vokasi ini juga akan diluncurkan di Jawa Barat. Targetnya sebanyak 2.685 SMK dapat dinina atau menjalin kerja sama dengan industri di tahun 2019 ini.

Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin itu mengatakan bahwa realisasi program ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.

“Selain itu, kami optimis, program pendididkan vokasi link and macth antara SMK dengan industri akan menekan angka pengangguran yang signifikan dari lulusan SMK,”paparnya.

Pada Agustus 208, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari lulusan SMK mengalami penurunan meskipun sedikit. Contohnya pada tahun 2017 sebanyak 11,42% lulusan SMK yang menganggur turun menjadi 11,24% yang terjadi pada tahun 2018.

Oleh karena itu, butuh kerja keras yang melibatkan banyak pihak serta berjangka waktu.

“Untuk hasil drastisnya, mungkin dapat dilihat dua atau tiga tahun ke depan,”tutupnya.