Tahun 2019 Bukit Asam Kini Targetkan Produksinya Harus 3,8 Juta HCV

0
Ilustrasi Bukit Asam via ptba co id
KabarUang.com, Jakarta – Batu bara kini merupakan salah satu sumber energi utama di dunia. Salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia yakni negara Indonesia. Diperkirakan juga bahwa kini Indonesia memproduksi sebanyak lebih dari 386 juta ton pada setiap tahunnya. Cadangan batu bara di Indonesia pada saat ini diperkirakan sudah ada sebanyak 5,5 miliar ton.

Sebagai salah satu BUMN di industri pertambangan, PT Bukit Asam Tbk juga akan memproduksi batu bara kalori tinggi atau dengan kata lain high calorie value/HCV pada tahun 2019 ini sudah ada sebesar 3,8 juta ton. Angka ini juga lebih tinggi dari HCV yang telah diproduksi pada tahun 2018 yang masih di bawah 1 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, yakni Suherman, mengatakan di tahun 2019 ini PT Bukit Asam akan segera memproduksi HCV lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Baca Juga  Tiket Kereta Mudik Lebaran Hari Ini Sudah Tersedia, Segera Pesan, Begini Caranya

“Bila di tahun lalu masih memproduksi di bawah satu juta ton, di tahun ini kita akan lebih dari 3 juta ton. Ini karena respon dari premium market untuk HCV masih sangat bagus,” ujar Suherman seperti dikutip dari okezone com

Dijelaskannya,  bahwa Bukit Asam menyasar premium market dalam penjualan batu bara kalori tinggi ini. Salah satunya adalah negara Jepang, di mana Bukit Asam telah cukup lama memasok batu bara kalori tinggi ke negara Jepang dan juga telah memiliki buyer existing di sini. Selain itu, Bukit Asam juga masih menyasar premium market lainnya di beberapa negara seperti halnya saja di Taiwan, lalu Srilanka, dan juga Philipina.

“Saat ini Bukit Asam telah memegang kontrak jual beli batu bara kalori tinggi ke pasar Srilanka, Taiwan, Filipina dan Jepang. Batu bara kalori tinggi sendiri merupakan batu bara yang cukup langka dan memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Angkasa Pura Buat Rencana Baru Soal Kelola Tiga Bandara

Peningkatan produksi batu bara kalori tinggi ini menjadi salah satunya didukung dengan penambahan kapasitas angkutan batu bara dari Tanjung Enim ke Dermaga Kertapati yang menjadi 5 juta ton pada tahun ini. Dengan penambahan kapasitas angkutan batu bara, akan juga meningkatkan jumlah pengiriman batu bara kepada buyer.

Pada tahun sebelumnya produksi batu bara kalori tinggi Bukit Asam telah mendorong kenaikan laba bersih perusahaan menjadi sebesar Rp 5,02 triliun pada tahun 2018. Kenaikan laba bersih sebesar 12,23% dari tahun 2017 itu juga ada sebesar Rp 4,47 triliun ini juga didorong dengan kenaikan pendapatan usaha dari penjualan ekspor dan juga efisiensi berkelanjutan.

Di tahun 2018, produksi batubara mengalami kenaikan sekitar 2,12 juta ton dan juga pada penjualan ekspor batu bara Bukit Asam meningkat lebih dari sekitar 1,54 juta ton dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut merupakan upaya dari strategi manajemen dalam mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara Asia di tengah pembatasan impor Cina. Tak hanya itu saja keberhasilan peningkatan kinerja tahun 2018 juga telah didorong oleh optimasi penjualan ekspor batu bara kalori tinggi ke premium market.

Baca Juga  AJB Dihimbau Untuk Bayar Klaim Nasabah

“Untuk tahun 2019, Bukit Asam menargetkan produksi batu bara sebesar 27,26 juta ton termasuk di dalamnya produksi batu bara berkalori tinggi. Bukit Asam optimis dengan menaikkan produksi angkutan batu bara di tahun ini akan semakin meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun 2019,”pungkasnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here