Skema KPBU Kini Mulai Percepat Pembangunan Infrastruktur Indonesia

0
Ilustrasi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono via baca co.id
KabarUang.com, Jakarta –  Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau yang disingkat dengan PUPR, masih akan terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Akan tetapi tidak semua infrastruktur yang dibangun menggunakan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD). Keterlibatan sektor swasta terus didorong melalui berbagai model Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau juga dengan kata lain Public Private Partnership (PPP).

Kemampuan APBN pada tahun 2020 sampai 2024 diproyeksikan hanya akan mampu memenuhi sekitar 30% atau sekitar Rp623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur yang totalnya ada sebesar Rp2.058 triliun. Kebutuhan anggaran ini mencakup sektor Sumber Daya Air yang ada sebesar Rp577 triliun, sektor Jalan dan Jembatan sekitar Rp573 triliun, sektor permukiman sebesar Rp128 triliun, dan juga apada sektor perumahan sebesar Rp780 triliun.

Baca Juga  Pabrik Pupuk Senilai Rp 1 Triliun Akan Dibangun di Aceh

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT, yakni Danang Parikesit mengatakan, selain memberikan dukungan dalam inovasi pembiayaan, sektor swasta juga sangat diharapkan dapat memberikan inovasi lainnya dalam bidang teknologi sehingga akan dapat meningkatkan efisiensi dalam pembangunan infrastruktur.

“Keterlibatan swasta membawa dampak daya ungkit/leverage dari hasil investasinya, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya,” kata Danang mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. seperti dilansir dari laman Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (22/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Danang juga mengatakan bahwa pada swasta saat ini masih lebih tertarik pada pengusahaan jalan tol di ruas tol dengan volume lalu lintas harian tinggi kini di kawasan perkotaan.

Baca Juga  Aturan Biodiesel 20% - Denda Rp 6.000/Liter Untuk Badan Usaha Bandel

“Seharusnya hal ini menjadi tantangan bagi sektor swasta untuk ikut masuk ke dalam pembangunan jalan tol pada ruas yang kelayakan finansialnya rendah. Salah satu caranya dengan inovasi pengembangan kawasan di sekitar jalan tol yang sedang dibangun, sehingga tidak hanya mengharapkan pada pendapatan dari tarif jalan tol,” ujarnya seperti dikutip dari okezone com

Selama ini juga pemerintah juga telah memberikan dukungan viability gap fund (VGF) berupa jaminan ataupun dukungan pendanaan APBN untuk pembangunan sebagian konstruksi jalan tol sehingga mampu meningkatkan kelayakan finansial suatu ruas tol. Dengan adanya dikembangkannya kawasan sekitar tol akan sangat memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah. 

Baca Juga  ASEAN Siap Beli Beras Bulog yang akan di Ekspor
“Pihak swasta sebagai investor diuntungkan dengan peningkatan volume lalu lintas di jalan tol yang dibangun. Sementara industri dan permukiman yang tumbuh akan berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Danang juga mengatakan, bahwa pemerintah siap memfasilitasi ide-ide inovatif pengembangan kawasan di sepanjang jalan tol yang sedang dibangun. Dalam forum ini juga berbagai perwakilan negara yang hadir berbagi pengalaman dalam pembangunan infrastruktur. 

“Hal ini menjadi penting agar tidak terjadi pengulangan kesalahan yang sama dalam pembangunan,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here