Saratoga Sudah Kantongi Dividen Sebesar Rp900 Miliar

0
Ilustrasi Uang via faktualnews co
KabarUang.com, Jakarta – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk atau disingkat dengan SRTG berhasil meraih dividen sebesar Rp900 miliar dari perusahaan investasinya. Pencapaian ini menjadi bukti kuatnya fundamental perusahaan investasi Saratoga di tengah kondisi perekonomian domestik dan juga global yang menantang. Presiden Direktur Saratoga, Michael Soeryadjaya menjelaskan, bahwa kinerja perusahaan pada tahun 2018 menggambarkan strategi investasi yang dilakukan Saratoga mampu menghasilkan hasil investasi optimal.

Secara fundamental, perusahaan-perusahaan mengenai investasi Saratoga juga tumbuh positif dan juga terus meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui strategi pertumbuhan organik dan juga nonorganik. 

Baca Juga  Pasca Penyesuaian Harga Tiket, Garuda Kebingungan Ternyata Penumpangnya Menurun
“Kami bangga dengan kinerja perusahaan investasi kami di tengah tantangan bisnis sangat dinamis pada 2018. Disiplin dan kehati-hatian dari tim investasi kami merupakan kunci keberhasilan Saratoga dalam mencapai pengembalian investasi yang optimal,” kata Michael dalam siaran persnya, kemarin seperti dikutip dari okezone com
Dia juga menuturkan, pendapatan dividen sebesar Rp900 miliar diperoleh dari enam perusahaan investasi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa kinerja operasional dan juga bisnis yang kuat dari perusahaan investasi. 
“Hasil yang diperoleh Saratoga ini sangat menggembirakan. Tidak hanya pertumbuhan pendapatan dividen selama bertahun-tahun, tetapi yang lebih penting, diversifikasi perusahaan investasi berkontribusi pada dividen,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Qatar Airways Mencomot Pangsa Pasar Bisnis Penerbangan Utama di Dunia

Pada tahun 2018, Saratoga juga terus mengidentifikasi peluang untuk menambah nilai perusahaan. Salah satunya adalah investasi baru di PT Aneka Gas Industri Tbk atau disingkat  dengan AGII, pemasok gas industri dominan di negara ini.

Untuk segera mengambil keuntungan dari pertumbuhan sektor teknologi, Saratoga juga segera mulai merambah bisnis startup melalui mitra investasi. 

“Perusahaan percaya bahwa sektor teknologi memiliki prospek menjanjikan di masa depan, karena adanya disrupsi dalam cara hidup kita dan implikasi luas kepada masyarakat,” kata Michael seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  IETO Komitmen Untuk Lindungi Pekerja Migran

Terkait kerugian sebesar Rp6,2 triliun, Michael juga menegaskan, itu merupakan rugi buku yang belum direalisasikan. Kerugian terjadi akibat volatilitas harga saham sejumlah perusahaan investasi, kenaikan suku bunga, fluktuasi harga komoditas, dan juga melemahnya mata uang yang terjadi disepanjang tahun 2018.

“Kerugian itu sebagai dampak penerapan mark to market sejak 2017. Ini adalah rugi buku yang belum direalisasikan,” ujarnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here