Rp9,2 Triliun untuk Infrastruktur Padat Karya Tunai di 2019 Dikeluarkan PUPR

0
Ilustrasi Uang via koinworks com
KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menganggarkan sebesar Rp9,2 triliun untuk program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai atau yang disingkat PKT. Anggaran PKT tahun 2019 ini juga lebih besar dibandingkan pada tahun 2018 yakni sebesar Rp8,2 Triliun.

Anggaran tersebut digunakan untuk TUJUH program, yakni ada Pembangunan Jembatan Gantung Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), lalu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), kemudian penyusunan Pedoman Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), lalu Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan juga Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Turut serta juga mendampingi Basuki Hadimuljomo yakni Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung, dan juga Cidurian Tris Raditian, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Barang & Jasa Edyson Rombe, dan juga Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Indra Saputra.

Baca Juga  EDU: Arti Constant Cost Industry Adalah
Menteri PUPR Basuki Hadimuljomo juga mengatakan program PKT dilaksanakan salah satunya di Provinsi Banten dengan anggaran sebesar Rp288,7 miliar. Anggaran digunakan untuk pembangunan dan perbaikan saluran irigasi kecil di sebanyak 305 desa sebesar Rp68,8 miliar, pembangunan empat jembatan gantung dengan biaya Rp14 miliar, penataan kawasan kumuh di sebanyak 78 kelurahan sebesar Rp83 miliar, dan juga air minum dan sanitasi sebesar Rp20,3 miliar di 83 kelurahan.

Untuk lebih memberikan dampak sosial yang lebih besar, program PKT Pamsimas bersinergi dengan program yang dilaksanakan Kementerian/Lembaga lainnya seperti saja Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), dan Program Listrik Desa oleh PT Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN.

Baca Juga  Tahun Ini BI dan Pemerintah Kejar Devisa USD17,6 Miliar

Menteri Basuki juga mengatakan Program Pamsimas sangat penting untuk penyediaan air minum dan juga sanitasi yang bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah seperti di Desa Sidangsari. Penerima manfaat paling besar adalah pada generasi muda yang dengan tersedianya air bersih dan sanitasi turut mencegah stunting atau juga kerdil.

Di Desa Sindangsari, Kementerian PUPR juga melalui Program PAMSIMAS telah membangun sebanyak empat unit sumur bor, lalu tiga unit menara air, kran umum tiga unit, hidran air satu unit, jamban sekolah satu unit, dan juga tempat cuci tangan satu unit.

Baca Juga  Bandara Di Papua Bakal Dipusatkan Di Jayapura

“Apabila anak-anak Indonesia tidak mendapatkan air bersih dan sanitasi yang baik,akan berisiko stunting, ini harus dihindari. Oleh karenanya Pemerintah gencar untuk melaksanakan program penyediaan air bersih dan sanitasi,” kata Menteri Basuki dilansir dari laman Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (18/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

“Banten terbanyak di Indonesia untuk pembangunan jembatan gantung tahun 2019. Ini membuktikan bahwa program pembangunan infrastruktur yang difokuskan pemerintah bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujar Menteri Basuki seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here