RI Kini Sedang Menangi Perkara Perihal Arbitrase Internasional

0
6
Ilustrasi Ibu Kota Indonesia via siar com
KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan juga Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berhasil memenangkan perkara arbitrase internasional di International Centre for Settlement of Investment Disputes atau disingkat dengan ICSID melawan Churchill Mining Plc dan juga Planet Mining Pty Ltd.

Sejumlah pihak mengapresiasi prestasi ini, mengingat rivalnya yaitu perusahaan besar Churchill Mining Plc asal Inggris dan juga Planet Mining Pty Ltd asal Australia. Yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengadvokasi kasus ini juga sekaligus untuk menegaskan penegakan hukum sektor investasi di Tanah Air.

Pola kerja sama antar lembaga yang digagas Kemenkumham untuk mengadvokasi kepentingan negara ini harus juga diterapkan sebagai pijakan baru. Terlebih memnag pada saat ini Indonesia tengah melakukan penataan besar di sektor tambang. Di mana nantinya memang pasti banyak pihak yang merasa dirugikan kemudian izin-izinnya dicabut pemerintah.

“Positif. Artinya memberikan kepastian hukum, memberikan perlindungan dan hak, serta jaminan bagi para investor,” ujar Kepala Pusat Bantuan Hukum Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Riyatno seperti dikutip dari okezone com

Dia juga menegaskan, bahwa kemenangan pemerintah RI di arbitrase tidaklah mudah. Butuh proses yang cukup panjang, tapi kerja sama antar beberapa lembaga bisa memenangkan gugatan. Senada disampaikan Pakar Hukum Pertambangan dari Universitas Tarumanegara Ahmad Redi.

Dia juga sangat mengapresiasi kenyataan ini karena Indonesia menang melawan korporasi-korporasi raksasa. Menurut dia, prestasi pemerintah adalah suatu berhasil membuktikan bahwa perusahaan tersebut melakukan pemalsuan dokumen.

Inilah yang mengakibatkan, dalam perkara itu, mahkamah internasional menolak gugatan arbitrase dari perusahaan tambang yang terdaftar di London, yang ingin segera mendapat kompensasi USD1,3 miliar dari pemerintah Indonesia karena membatalkan perizin tambang batu bara yang di palsukan oleh mitra bisnisnya di negara ini.

Baca Juga  Impor Jagung Tanpa Kuota Diharapkan Mampu Stabilkan Harga

Berdasarkan pengamatannya, Kementerian ESDM juga dengan Kemenkumham berperan dikatakan cukup baik dalam kasus ini. 

“Dalam kasus ini saya lihat sudah cukup baik dari Dirjen AHU, Dirjen Minerba, dan Kejaksaan sudah cukup baik koordinasinya,” ucap Ahmad seperti dikutip dari okezoen com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here