Revolusi Industri 4.0 Jadi Kesempatan Emas Untuk Sektor Manufaktur

0
Ilustrasi Industri 4.0 via ginktech net
KabarUang.com, Jakarta – Industri 4.0 juga merupakan sebuah lompatan besar atau kesempatan emas bagi para pelaku di sektor manufaktur melalui pemanfaatan teknologi informasi dan juga komunikasi secara maksimal. Tak hanya dari segi produksi, akan tetapi juga keseluruhan rantai nilai untuk mencapai efisiensi yang sangat optimal sehingga dapat melahirkan model bisnis baru berbasis digital.

Tak hanya dari segi produksi, akan tetapi juga di keseluruhan rantai nilai untuk mencapai efisiensi yang optimal sehingga dapat melahirkan model bisnis baru berbasis digital. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan dan juga teknologi telah mengubah dunia sebagaimana pada revolusi industri 1.0 melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan juga hewan digantikan oleh kemunculan mesin uap pada abad ke-18.

Baca Juga  Milenial BUMN dapat Pesan dari Jokowi di Hari Inovasi Indonesia

Revolusi 1.0 ini juga bisa meningkatkan perekonomian yang sangat luar biasa. Sepanjang dua abad setelah revolusi industri pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat sekitar enam kali lipat. Pada revolusi industri 2.0 ditandai dengan berkembangnya energi listrik dan juga motor penggerak. Ini ditandai oleh produksi manufaktur seperti pesawat telepon, mobil, dan juga pesawat terbang.

Selanjutnya, pada revolusi industri 3.0 ditandai juga dengan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, dan otomatisasi. Kehadiran teknologi digital dan juga internet semakin dikenal hingga para revolusi industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of Things atau disingkat dengan IoT.

Baca Juga  MUI Tegaskan Kebijakan Dana Non Halal Untuk Kepentingan Sosial

Kehadiran revolusi industri 4.0 juga akan mampu menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, profesi baru yang sebelumnya tidak pernah dipikirkan. Adapun lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0 yakni Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta juga teknologi 3D Printing. “Penguasaan teknologi menjadi kunci penentu daya saingnya,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Waktu Pemesanan Biodiesel Diatur, Inilah yang Dilakukan Pemerintah

Revolusi industri 4.0 ini juga diyakini akan sangat bisa membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya. Bahkan saja ada pula risiko yang mungkin muncul, seperti berkurangnya sumber daya manusia (SDM) karena perannya diganti oleh mesin atau robot. Tren ini juga akan dapat mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here