Proyek Waste To Fuel Rp300 Miliar per Hektarenya Itulah Investasi Ridwan Kamil

0
Ilustrasi Ridwan Kamil via brilio net
KabarUang.com, Jakarta – Ridwan Kamil yang merupakan Gubernur Jawa Barat itu tengah memastikan bahwa proyek pengolahan sampah menjadi energi yang digadang-gadangkan pihaknya dengan nama Waste To Fuel, yang dipercaya akan mampu bergerak dalam skala kota.

Dia juga bahkan menyebut bahwa kisaran investasinya untuk kawasan seluas satu hektare, bisa mencapai kisaran angka di Rp300 miliar.

“Kalau yang disebut Waste to Fuel tadi itu skala kota. Kan hanya plastik, bukan sampah keseluruhan,” kata pria yang karib disapa Kang Emil, saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 28 Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Baca Juga  Tol Trans Jawa yang Baru Diresmikan Masih Gratis
“Itu satu hektare investasinya sekitar Rp300 miliar, semua dananya dari swasta, pemerintah hanya cukup (menyediakan) lahannya saja,” ujarnya menambahkan seperti dikutip dari viva co id
Kang Emil sapaan akrabnya berharap bahwa proyek Waste To Fuel ini akan menjadi win-win solution, bagi semua permasalahan perihal sampah dan  juga masalah kebutuhan akan energi yang ramah lingkungan.

“Karena nanti si sampahnya ini jadi duit, jadi mudah. Win-win (solution) lah. Bogor dulu nanti dicek, karena Pak Bima (Arya) kan sudah komitmen untuk tidak menggunakan plastik,” ujar Kang Emil seperti dikutip dari viva co id
Mengenai sektor apa lagi yang kiranya akan diprioritaskan dalam menampung wacana investasi di Jawa Barat, Kang Emil juga mengakui bahwa sektor industri masih akan menjadi prioritas utama. Karena menurut pendapatnya, industri merupakan sektor yang paling cepat memproduksi perubahan dan juga sudah sanggup menyerap ribuan tenaga kerja.
“Biasanya kan masih permesinan, kayak produk-produk Jepang seperti motor, mobil, itu masih besar. Kemudian industri konstruksi kemarin Rp1 triliun, saya groundbreaking di Subang. Jadi manufakturing yang sifatnya barang-barang industri,” kata Kang Emil seperti dikutip dari viva co id
Terkait dengan kondisi industri rumah tangga di Jawa Barat, mantan Walikota Bandung itu juga tak enggan untuk mengakui bahwa industri rumah tangga masih didominasi oleh sektor pasar konsumer.
“Kayak Unilever kan perusahaan Inggris. Kalau ekonominya 5 persen, artinya daya beli kelas menengahnya naik. Maka investasi mereka pasti akan sangat luar biasa karena daya beli masyarakat meningkat,” ujarnya seperti dikutip dari viva co id
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here