Pertamina-Saudi Aramco Berpotensi Gagal Kerjakan Kilang Cilacap

0
Ilustrasi Kilang Cilacap via dunia-energi com
KabarUang.com, Jakarta – Pengembangan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan/RDMP di Cilacap sampai saat ini masih tersendat. PT Pertamina (Persero) dan juga Saudi Aramco terkendala valuasi aset kilang Cilacap yang masih saja belum selesai.

Perhitungan nilai aset dilakukan karena Pertamina dan juga Saudi Aramco akan membuat perusahaan patungan dalam membangun kilang itu. Perhitungan aset itu juga dibantu oleh Kantor Jasa Penilai Publik atau KJPP. Hal ini karena akibat terjadi perbedaan penghitungan nilai valuasi antara Pertamina dan juga Saudi Aramco.

Direktur Megaproyek, Pengolahan dan juga Petrokimia Pertamina yakni Ignatius Talullembang mengatakan, penghitungan ulang valuasi aset kilang akan segera selesai pada akhir bulan Maret 2019 ini.

Baca Juga  Beijing Menjadi Salah Satu tempat China dan Amerika Serikat Lanjutkan Pembicaraan Perdagangan

“Nanti akhir Maret. Konsultan yang sama cuma di situ ada independen konsultan yang disepakati PwC (Pricewaterhouse Cooper/ auditor),” kata Ignatius di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Hasil perhitungan aset dari auditor independen tersebut nantinya diharapkan bisa diterima oleh perusahaan asal Arab tersebut. Bila tidak, nantinya pihaknya akan menunggu sampai waktu perjanjian kerja sama habis dan juga tentunya akan diterminasi, batas waktu itu hingga pada bulan Juni 2019.

Baca Juga  Lalu Lintas Saat Natal dan Tahun Baru Didukung Dengan Hadirnya Tol Trans Jawa

“Juni (2019) amandemen perpanjangan waktu yang diberikan, perjanjian sampai habis masa waktunya. Kalau belum sepakat juga ya sudah determinasi secara baik-baik ibarat suami-istri, bersepakat,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Dia juga menjelaskan, jika Juni tidak menemukan kesepakatan maka Pertamina memiliki opsi untuk mengerjakan sendiri atau bahkan mencari partner yang lain. 

“Bisa dengan partner lain, bisa juga sendiri. Jika sendiri kan tentunya bertahap. Harapannya sih bisa lanjut, kita kan mencari kesepakatan yang sesuai kaidah-kaidah internasional. Sekarang kami masih menunggu hasilnya PWC dulu,” katanya seperti dikutip dari okezone com
Meski begitu, bila Aramco memberi keputusan dan juga mau menerima hasil dari auditor itu, kedepan keduanya juga langsung membuat perusahaan gabungan. 
“Kalau sepakat langsung ke tahapan berikutnya yakni engineering, kemudian kita lanjutkan langsung juga ke join venture agreementnya, buat PT-nya kayak di Tuban, perusahaan yang akan mengelola joint venture,” ujar dia seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here