Peningkatan Investasi Korsel di Industri Manufaktur Di Incar RI

0
Ilustrasi Investasi via doripos com
KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian teru ssaja berupaya mendorong peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia, terutama untuk di sektor industri. Ini merupakan langkah strategis dalam upaya memperdalam struktur manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global. Guna menarik penanaman modal tersebut, Pemerintah Indonesia juga telah bertekad untuk menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif serta memberi kemudahan dalam perizinan usaha.

“Saat ini, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan berada di level baru. Korea punya peran di industri baja yang disebut mother of industry yang memperdalam struktur industri otomotif. Investasi Korea Selatan sudah membuka satu juta lapangan kerja di Indonesia. Kami berharap, jumlah ini meningkat dua kali lipat pada 2024,” ucap Airlangga dilansir dari Harian Neraca, Jumat (1/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Marketeer of The Year 2018 diraih oleh Dirut BRI

Menurut Menperin di Korea Selatan konsisten menjadi investor kelima terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir melalui berbagai investasi di sektor manufaktur dasar seperti industri baja dan juga seperti petrokimia. 

“Di sektor baja, kita mengenal perusahaan POSCO, lalu Lotte Chemical Indonesia sebagai pemain petrokimia serta ada juga industri ban Hankook,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone com

Melalui penguatan kemitraan Indonesia dan Korea Selatan, Airlangga juga sangat meyakini bahwa akan dapat saling menguntungkan bagi kedua negara ini. 

“Potensi perdagangan kedua negara sangat besar,” imbuhnya seperti dikutip dari okezone com

Pada tahun 2017, neraca perdagangan RI-Korsel mengalami surplus sebesar USD78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai sebesar USD17 miliar. Diproyeksi juga nilai perdagangan kedua negara akan semakin meningkat dengan target sebesar USD30 miliar pada tahun 2022.

Baca Juga  Melakukan Rotasi Pejabat BUMN, Karena Rini Ingin Pegawai Mahir di Banyak Sektor

“Kami juga harapkan terjadi pertumbuhan investasi di sektor permesinan, karet, kayu, dan elektronik dari Korea Selatan di Indonesia,” ungkapnya seperti dikutip dari okezone com

Ini juga akan membawa efek berantai yang luas bagi ekonomi nasional, baik melalui peningkatan pada nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, sampai penerimaan devisa dari ekspor. Airlangga juga menunjukkan study McKinsey, bahwa pada tahun 2025 terdapat peluang dari sektor ekonomi digital sebesar USD150 miliar bagi Indonesia yang akan mempekerjakan lebih dari sekitar 10 juta tenaga kerja, empat juta di antaranya adalah pekerja dari sektor industri. 
“Kami sudah berkomitmen dengan Korea Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (Kocham), bahwa dari empat juta tenaga kerja sektor industri, dua juta dari investasi Korea Selatan,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Proyek Waste To Fuel Rp300 Miliar per Hektarenya Itulah Investasi Ridwan Kamil

Airlangga juga mengatakan, bahwa besarnya peluang ekonomi digital bisa menjadi multiplier effect bagi industri lainnya, misalnya seperti smartphone dan juga elektronik. Dengan bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia sampai pada tahun 2030, semakin banyak penduduk Indonesia yang bekerja menggunakan ponsel pintar. 

“Pasar smartphone di Indonesia diperkirakan mencapai 60 juta. Tidak ada penjualan di negara ASEAN lain yang bisa mencapai ini,” ujarnya seperti dikutip dari okezone com

Terlebih lagi bahan baku yang dibutuhkan untuk industri smartphone dan juga elektronika sudah tersedia banyak.

“Sehingga untuk bisa mengurangi impor elektronika, harus mendorong lokalisasi industri smartphone,” lanjutnya seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here