Pengusaha Masih Terbebani Biaya Logistik Untuk Dongkrak Ekspor

0
Ilustrasi Ketua Umum Kadin Indonesia via medcom id
KabarUang.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri atau dengan singkatan Kadin Indonesia bersama-sama dengan pemerintah sekarang tengah berupaya mendorong untuk semakin memperluas pasar ekspor bagi semua produk hasil industri nasional.

Rosan P. Roeslani  selaku Ketua Umum Kadin Indonesia, menilai bahwa masalah ini merupakan hal yang menjadi fokus perhatian bersama, antara pihaknya, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan juga kementerian serta Iembaga lain yang terkait dekat dengan kegiatan ekspor.

“Promosi ekspor terus dilakukan, begitu pun terkait pendanaan dan SDM ekspor yang perlu terus didorong untuk meningkatkan ekspor nasional,” kata Rosan di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Baca Juga  Jelang Pidato Trump Harga Emas Jadi Terganggu
Rosan juga menjelaskan bahwa ada beberapa upaya yang juga masih sangat perlu dilakukan guna meningkatkan ekspor produk-produk hasil industri nasional. semiisalnya, seperti penyederhanaan prosedur dan juga percepatan proses administrasi.

Dia pun menilai bahwa saat ini pemerintah bersama pihak-pihak terkait lainnya juga perlu memetakan berbagai permasalahan ekspor hasil industri, dan juga mencari solusi atas permasalahan ekspor. Secara khusus yaitu dengan mengefisienkan Iogistik, dan juga mengoptimalkan segera ekspor berbasis industri manufaktur itu.
 

Karena, Rosan mengakui bahwa porsi biaya logistik telah menyumbang sebanyak 40 persen dari harga ritel barang dan juga komponen terbesar dari logistik yang hingga saat ini sudah mencapai 72 persennya adalah ongkos transportasi.
“Biaya logistik masih tinggi, namun Kadin menyambut baik upaya pemerintah melakukan perbaikan sistem logistik nasional untuk mempercepat pengembangan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik,” kata Rosan seperti dikutip dari viva co id
Selain itu juga Rosan sudah menjelaskan bahwa saat ini industri manufaktur sangat berperan besar dalam mendongkrak untuk peningkatan nilai ekspor Indonesia, dan juga sudah menjadi salah satu sektor yang harus terus dikembangkan di dalam negeri.
Karena, sektor manufaktur itu sendiri memiliki dampak positif yang berganda, terutama pada aspek penyerapan tenaga kerja dan juga pemasukan devisa bagi negara sendiri.
“Sehingga, industri manufaktur yang memiliki potensi besar ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menekan defisit perdagangan,” ujarnya seperti dikutip dari viva co id
Diketahui, beberapa produk unggulan manufaktur nasional yang saat ini tengah ditingkatkan nilai ekspornya ke negara-negara tujuan ekspor, yaitu seperti halnya makanan dan minuman, tekstil, pakaian, alas kaki, serta produk-produk minyak kelapa sawit beserta sejumlah produk turunan lainnnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here