Penguatan Harga Emas Berjangka Masih Diperpanjang

0
Ilustrasi Emas via finroll com
KabarUang.com, Jakarta – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kini mulai menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan hari Jumat atau pada Sabtu pagi WIB, karena saham-saham AS turun tajam di tengah banyak kekhawatiran pada pertumbuhan dunia.

Data ekonomi terbaru dari salah satu ekonomi utama Eropa, Jerman, dan juga pandangan berhati-hati Federal Reserve (Fed) untuk ekonomi AS yang telah menyebabkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global ini.

Indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor manufaktur Jerman turun menjadi skitar 44,7 poin dari awalnya 47,6 poin pada bulan Maret, penurunan tertajam sejak pada bulan Agustus 2012, menurut indeks PMI. Indikator utama Wall Street turun terutama di tengah data suram. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari satu%, Indeks S&P 500 dan juga Komposit Nasdaq juga menurun secara signifikan.

Baca Juga  PUPR Rampungkan Dua Jembatan Di Kampung SBY

Ketika pasar ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, dikarenakan para investor mencari aset-aset yang nilai sebagai safe haven atau kata lainnya tempat yang aman. Akan tetapi meski demikian, kenaikan harga emas lebih lanjut dan masih dibatasi oleh penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sekitar 0,37% atau kini menjadi 96,71 pada pukul 1.27 GMT, tidak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Baca Juga  Berita Ekonomi Keuangan Hari Ini

Pada akhir sesi, emas yang paling aktif untuk penyerahan pada bulan April naik sekitar USD5,00 atau setara dengan 0,38%, menjadi ditutup pada USD1.312,30 per ounce, seperti dilansir dari okezone com, Sabtu (23/3/2019).

Sementara logam mulia lainnya, seperti halnya perak untuk pengiriman pada bulan Mei turun tiga sen AS atau setara dengan 0,19% menjadi ditutup pada USD15,407 per ounce. Kemudian pada Platinum untuk pengiriman bulan April turun USD12,70 atau setara dengan 1,47%, menjadi berakhir di USD848,40 per ounce.

Baca Juga  Adakan Penyelidikan Untuk Penunggak Pajak Kendaraan
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here