Pemerintah Terus Mendorong Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Melalui Program KPBU

0
Ilustrasi Infrastruktur via jakarta-propertindo com
KabarUang.com, Jakarta – Pemerintah terus berupaya mendorong dan menginovasi pembiayaan infrastruktur melalui program Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha atau disingkat dengan KPBU atau juga pada Public Private Partnership atau PPP, untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan infrastruktur di dalam APBN.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian atau PUPR yakni Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, KPBU juga merupakan langkah untuk menutupi kesenjangan pendanaan non-APBN sebesar 70% atau setara dengan Rp1.435 triliun. 

“Kemampuan APBN periode 2020-2024 diproyeksikan hanya mampu memenuhi 30% atau sekitar Rp623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp2.058 triliun,” terang Eko di Jakarta kemarin seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Lima Blok Migas Pada Lelang Tahap I 2019 Telah Resmi Ditawarkan ESDM

Kebutuhan anggaran itu mencakup sektor sumber daya air sebesar sekitar Rp577 triliun, sektor jalan dan juga jembatan sebesar Rp573 triliun, sektor permukiman sekitar Rp128 triliun, dan juga sektor perumahan sebesar Rp780 triliun. Melalui skema KPBU, lanjutnya, badan usaha terikat hubungan kerja sama dengan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang mengacu spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

“KPBU dilakukan mulai dari merencanakan, merancang, mendesain, membangun, membiayai, memelihara, dan mengoperasikan. Selama ini kita telah mengenal KPBU dalam pembangunan jalan. Diharapkan, tahun ini KPBU bisa dalam bidang perumahan,” kata Eko seperti dikutip dari okezone com
Sebelumnya Menteri PUPR yakni Basuki Hadimuljono juga menilai peran pihak swasta sangatlah krusial dalam partisipasi penyediaan program air bersih. Nilai proyek pembangunan program air bersih yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan utama pemerintah memilih menjalin kerja sama dengan swasta. Salah satu proyek KPBU yang terakhir ditandatangani adalah SPAM Semarang Barat. Penandatanganan kerja sama dilakukan bersamaan dengan kegiatan Annual Meeting IMFIWB pada tahun lalu.

Baca Juga  PUPR Rampungkan Dua Jembatan Di Kampung SBY

Dalam proyek itu, pihak PT Medco Infrastruktur Indonesia yang di dalamnya terdapat Moya Group yang menaungi juga PT Aetra Air Jakarta memenangkan tender SPAM Semarang Barat. Nilai investasi  ada sebesar Rp458 miliar dengan jangka waktu kerja sama dua tahun untuk konstruksi dan juga 25 tahun untuk operasional.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here