Pemerintah Masih Santai Terapkan Pungutan Ekspor Sawit

0
Ilustrasi Ekspor Sawit via breakingnews co id
KabarUang.com, Jakarta – Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Perekonomian memberikan penjelasan terkait ditarik atau juga tidaknya pungutan ekspor hasil kelapa sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau yang disebut dengan BPDPKS.

“Hasil rapat dengan komite pengarah memutuskan beberapa hal, pertama dari Kemendag menerbitkan harga referensi yang akan berlaku untuk Maret. Itu tercatat 1 Maret 2019 berlaku USD595,98 per ton,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (28/2/2019) malam seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Banyak Aset Nganggur di BLU Kementerian dan Lembaga, Harus Diapakan ? Menkeu Kebingungan

Kalau dilihat dari besarnya harga itu, maka pungutan berlaku karena batasannya sekisaran USD570. Meski begitu harga itu berlaku dari tanggal 20 Januari sampai dengan tanggal 19 Februari 2019. 

“Walaupun dari harga rata-rata memenuhi syarat pungutan, tapi harga 3 terakhir harga turun lagi, menjadi USD545 per ton. Jadi harga tersebut, tidak merefleksikan pada hari-hari terakhir ini. Ambang batas USD570 per ton,” kata Darmin seperti dikutip dari okezone com

Dia juga kembali menuturkan, pertimbangannya kalau dikenakan, pungutan itu akan tidak sesuai seperti sekarang. Semisalkan, Minggu depan tidak dikenakan pungutan, Minggu depan berlaku lagi dan juga tidak berlaku lagi. Pungutan ekspor sawit perlu pertimbangkan konsistensi pengenaan periode pada 3 sampai 5 bulan.

Baca Juga  Pemerintah Berupaya Agar Bisa Tembus Pasar Ekspor India

“Supaya ada kepastian ke pelaku usaha, termasuk petani, eksportir, dan lain sebagainya. Akan aneh kalau kena dan enggak kena,” katanya seperti dikutip dari okezone com
 

Komite Pengarah menyepakati tarif masih sekitar USD0/ton sampai dengan ada kententuan baru. Komite Pengarah akan segera me-review tiap bulan untuk mengikuti harga perkembangan CPO. Selain itu juga Darmin mengatakan akan merevisi aturan PMK 152 tahun 2018 yang mengatur tentang pungutan ekspor kelapa sawit. Termasuk juga pada batas harga referensi untuk penarikan pungutan ekspor kelapa sawit.

Baca Juga  Rokok Murah, Rencana Penggabungan Produksi Diharapkan Akan Dilanjut

“PMK ya juga akan kita coba diusulkan agar ada penyempurnaan supaya cocok. Sekarang USD570 kena, USD565 enggak kena. Ini jauh dari USD595 di 3 hari terakhir,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here