PBB Tegaskan Dunia Bisa Bebas dari Narkoba dengan Kerjasama

Advertisement

PBB Tegaskan Dunia Bisa Bebas dari Narkoba dengan Kerjasama

Nurlaila Fitriani
Jumat, 15 Maret 2019
Ilustrasi via Kabar24 com




KabarUang.com, Wina -  Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal (Pol) Heru Winarko menyatakan bahwa negara bisa terbebas dari narkoba dengan cara memperkuat kerjasama internasional.

“Sudah saatnya negara-negara melakukan penguatan kerja sama internasional untuk menanggapi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menanggulangi masalah narkoba. Sepuluh tahun yang lalu, komunitas internasional melalui Deklarasi Politik dan Rencana Aksi 2009 berkomitmen untuk mengatasi masalah narkoba dunia dan mewujudkan masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Namun disayangkan, kenyataannya hingga saat ini penyalahgunaan narkoba masih merajalela,”ujarnya pada saat sesi debat umum Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Segment) Sesi ke-62 Komisi Obat-Obatan Narkotika (Commission on Narcotic Drugs/CND) di Markas PBB Wina, Australia, Kamis (14/3).

Winarko juga mengatakan bahwa masalah narkoba merupakan masalah bersama yang harus diatasi secara bersama-sama.

“Oleh karena itu, kerja sama internasional merupakan komponen penting dalam upaya menanggapi masalah narkoba dunia, utamanya untuk memberantas sindikat gembong narkoba,”tambahnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal (Pol) menegaskan bahwa Konvensi tahun 1961, 1971, serta 1988 dijadikan sebagai batu penjuru dalam pengaturan dan pengawasan obat-oabatan global dan nasional. Dalam artian lain, ketiga konvensi tersebut dijadikan sebagai dasar acuan bagi negara-negara dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba yang terjadi di dunia.

Bukan hanya itu, beliau juga menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh Indonesia yakni soal Rencana Aksi Nasional Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkoba (P4GN) Tahun 2018-2019 dalam rangka mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba.

P4GN itu dikelompokka dalam 4 kategori, yaitu Bidang Pencegahan, Bidang Pemberantasan, Bidang Pencegahan, Bidang Pemberantasan, Bidang Rehabilitasi, Penelitian dan Pengembangan Penanganan Pneyalahgunaan Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Pada kesempatan ini Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Jepang, RRT, Malaysia, Iran, International Narcotics Board (INCB), dan Community Anti-Drugs Coalitions of America (CADCA) guna membahas kerja sama dan hal-hal yang menjadi perhatian bersama terkait pengawasan narkoba seperti dikutip dari bisnis.com.

Menurut Duta Besar/Wakil Tetap RI di Wina, Darmansjah Djumala mengatakan bahwa penanganan masalah narkoba perlu dilakukan secara terintegrasi dan paralel dengan kebijakan global, melalui kerjasama yang erat antar-negara. Namun, hal ini perlu dilakukan dengan tetap menghormati sistem hukum serta karakteristik masing-masing negara.