MRT Kini Disebut Budaya Baru Pada Transportasi Di Jakarta

0
5
Ilustrasi Jakarta via dentons com
KabarUang.com, Jakarta – Kehadiran mass rapid transit atau yang disingkat dan lebih dikenal dengan MRT Jakarta akan segera menciptakan peradaban baru masyarakat di Ibu Kota. Moda transportasi massal terbaru ini pastinya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang kadang masih sering terabaikan.

Dari MRT masyarakat juga bisa bercermin begitu pentingnya makna disiplin, ketertiban, keramahan dan apalagi rasa tanggung jawab bersama dalam bermasyarakat. Meski demikian, untuk mewujudkannya diperlukan upaya esktra dan juga waktu yang tidak sebentar karena akan mengubah kebiasaan-kebiasaan lama yang kurang populer. Misalnya saja seperti budaya antre yang kerap kali sulit dilakukan. Begitupun kesadaran untuk menjadikan budaya bersih di wilayah publik.

Soal budaya antre dan juga bersih ini masih menjadi pekerjaan rumah para pemangku kepentingan terutama PT MRT Jakarta selaku operator. Ini yang sudah berkaca pada kejadian masih adanya oknum masyarakat yang tidak mau menjaga kebersihan saat uji coba pada pekan lalu.

Pada foto-foto yang beredar di media sosial, terlihat sekelompok warga yang menjadikan lorong stasiun sebagai tempat makan bersama sambil lesehan. Sampah pun menjadi terlihat berceceran di beberapa titik persinggahan. Ada pula foto yang menunjukkan bahwa penumpang MRT duduk seenaknya sambil mengangkat kakinya ke kursi.

Padahal, seyogianya keberadaan MRT dan juga moda transportasi massal lainnya yang sudah lebih dulu eksis diharapkan akan dapat menjadi pilihan ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Selain kini lebih nyaman, moda-moda transportasi umum di Jakarta kini bisa membuat pergerakan masyarakat lebih efisien, di tengah lalu lintas Jakarta yang selalu kerap dilanda kemacetan.

Integrasi moda transportasi ini juga akan jauh lebih baik jika sudah mencakup wilayah panyangga Jakarta. Kota-kota pinggiran Jakarta seperti halnya Tangerang, Bekasi, kemudian Bogor, harus memiliki moda transportasi massal lebih banyak dan juga bukan hanya KRL dan juga bus, agar pergerakan masyarakat juga nantinya akan jauh lebih mudah.

Baca Juga  Vale Tawarkan Divestasi Saham INCO, Berikut Reaksi Kementerian BUMN

Yang tak kalah penting ialah, pengguna transportasi umum harus turut diikuti juga dengan bertanggung jawab dalam menjaga serta merawat fasilitas yang ada. Perlu penegakan disiplin oleh semua lapisan masyarakat agar infrastruktur yang dibangun dengan nilai triliunan rupiah itu bisa memberikan manfaat berkesinambungan.

Ikhwal peradaban baru dalam sistem transportasi massal ini ditegaskan oleh Bapak Presiden Joko Widodo atau akrab sapaannya Jokowi pada saat sudah meresmikan MRT Jakarta di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) kemarin. Presiden berharap dengan telah beroperasinya MRT fase I ini, akan membuat kebiasaan masyarakat berubah dari yang semula mengandalkan kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum dalam mobilitasnya sehari-hari.

Menurut Jokowi, ke depan transportasi massal seperti MRT ini akan terhubung dengan moda lainnya yaitu light rail transit (LRT) Jabodetabek, kereta rel listrik (KRL), dan juga pada TransJakarta. Integrasi ini akan terpusat di kawasan Stasiun Dukuh Atas yang menjadi pertemuan tiga moda transportasi umum berbasis rel.

“Dukuh Atas akan menjadi kawasan transportasi paling sibuk, ribuan orang berlalu lalang setiap harinya. Lebih nyaman cepat naik MRT naik TransJakarta dan LRT, yang akan segera selesaikan,” ujar Jokowi di sela-sela peresmian MRT Jakarta fase I sekaligus pencanangan MRT Fase II di Bundara HI, Jakarta Pusat, kemarin seperti dikutip dari okezone com

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga turut didampingi sejumlah menteri di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, kemudian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here