MRT Jakarta Dinilai Dapat Bersaing Dengan Singapura Dan Juga Jepang

Advertisement

MRT Jakarta Dinilai Dapat Bersaing Dengan Singapura Dan Juga Jepang

Jumat, 15 Maret 2019
Ilustrasi MRT Jakarta via jakartamrt co id
KabarUang.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang disingkat dengan PUPR, yakni Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Moda Raya Transportasi atau MRT yang terdapat di Jakarta tidak kalah dengan berbagai moda sejenis yang terdapat di berbagai negara lainnya yakni seperti di luar negeri.

"Ternyata kita bisa, selama ini hanya mengagumi negara lain. Saya rasa kalau kita sungguh-sungguh pasti bisa. Mudah-mudahan kita semua sepakat bahwa kesan kita terhadap MRT ini,tidak kalah dibandingkan dengan MRT negara lain, seperti Singapura atau mungkin di Jepang," kata Basuki Hadimuljono dilansir Antaranews, Jumat (15/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Menteri Basuki juga mengutarakan harapannya agar setelah beroperasi penuh, diharapkan masyarakat akan dapat memanfaatkannya secara maksimal dan juga mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Ia juga mengakui bahwa mungkin manfaatnya belum akan terasa optimal karena saat ini baru terbangun sekitar 16 kilometer saja yakni dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia dan juga sebaliknya.

"Nanti akan dilanjutkan fase 2 dari Bunderan HI sampai Kampung Bandan sepanjang 8 km sehingga total 24 km. Secara bertahap manfaatnya akan lebih terasa apabila rute Puri Kembangan sampai Bantar Gebang (Barat-Timur) sudah terealisasi," ucapnya seperti dikutip dari okezone com

Selain itu, kehadiran MRT juga sangat diharapkan akan dapat mengubah sikap dan perilaku warga pada umumnya dalam menjaga kebersihan dan juga ketertiban. Kementerian PUPR juga akan mengembangkan hunian dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD di lahan milik Kementerian PUPR di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sebelumnya juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa dengan keberadaan kereta MRT di DKI Jakarta akan mengubah peta properti komersial di Ibu Kota. Usai menguji coba kereta MRT Jakarta dari Bundaran Hotel Indonesia ke Stasiun Lebak Bulus, Sri Mulyani juga mengatakan nilai tawar hunian di sekitar rute MRT akan segera meningkat.

Sasaran tempat tinggal pun kini tidak hanya fokus di tengah kota, karena adanya MRT menawarkan akses transportasi yang cepat dan juga nyaman dengan tarif cukup terjangkau hingga ke pinggiran kota. "Orang tidak perlu beli apartemen di tengah kota atau tinggal di tengah kota. Dia bisa tinggal di Lebak Bulus yang dengan waktu tempuh 30 menit tanpa macet sampai ke kawasan Sudirman," kata dia.

Selain itu juga bagi mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga meyakini kegiatan ekonomi dan nilai properti di sekitar stasiun MRT akan meningkat. Potensi ini juga, dinilai Sri Mulyani, telah disadari sejumlah perusahaan yang berlokasi di sekitar stasiun MRT. Di fase I, kereta MRT akan segera melewati 13 stasiun.

"Perusahaan-perusahaan swasta sudah meminta supaya stasiun MRT itu diberi nama perusahaannya. Itu berarti menimbulkan penerimaan," katanya seperti dikutip dari okezone com