Menyusul Data Ekonomi yang Positif Wall Street Ditutup Menguat

0
3
Ilustrasi Wall Street via history com
KabarUang.com, Jakarta – Saham-saham Wall Street kini ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan yakni pada hari Jumat atau Sabtu pagi WIB. Hal tersebut juga dikarenakan investor terus mengawasi perkembangan terbaru terkait perdagangan global dan juga mencerna sejumlah data ekonomi yang menggembirakan.

Dikutip juga dari antaranews Sabtu (30/3/2019), bahwa Indeks Dow Jones Industrial Average naik sekitar 211,22 poin atau 0,82%, menjadi ditutup di 25.928,68 poin. Indeks S&P 500 meningkat sekitar 18,96 poin atau setara dengan 0,67%, menjadi berakhir di angka 2.834,40 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah sekitar 60,16 poin atau setara dengan 0,78%, menjadi ditutup di angka 7.729,32 poin.

Sentimen investor mendapat dukungan dari prospek yang menjanjikan bahwa tentang perdagangan global pada Jumat lalu. Saham raksasa manufaktur AS, Caterpillar dan juga Boeing, keduanya peka terhadap perdagangan global, masing-masing naik hampir sekitar 2,4% dan juga hampir 1,9%.

Saham Lyft melonjak lebih dari sekitar 8,7%, setelah perusahaan perjalanan AS itu mulai melakukan perdagangan di pasar umum pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2019, menandai debut pertama dalam gelombang perusahaan teknologi kelas berat yang diharapkan go public tahun ini.
 

Akan tetapi saham Comcast turun hampir sekitar 1,1 persen, karena Royal Bank of Canada menurunkan peringkat konglomerat telekomunikasi AS itu menjadi “sector perform” dari “outperform”, karena perkiraan yang lebih rendah untuk segera pelanggan broadband dan juga video.

Sembilan dari sekitar 11 sektor utama S&P 500 telah diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik hampir sekitar 1,2%, memimpin para peraih keuntungan. Di sisi ekonomi, sentimen konsumen juga membaik untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Maret.

Baca Juga  Begini Uji Coba JD.id Mengirim Barang Menggunakan Drone

Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan naik ke angka 98,4 dari yang awalnya 93,8 pada bulan sebelumnya, sedikit di atas rata-rata sekitar 97,2 yang tercatat dalam jangk awaktu sekitar 26 bulan terakhir, universitas mengatakan dalam survei terbaru yang dirilis pada Jumat (29/3).

Kenaikan indeks sentimen pada bulan Maret sepenuhnya karena rumah tangga-rumah tangga dengan pendapatan di dua pertiga terbawah dari distribusi pendapatan, sementara untuk rumah tangga-rumah tangga dengan pendapatan di sepertiga teratas kini kian turun, menurut Richard Curtin,kepala ekonom survei konsumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here