Menteri Susi Pamer Tas Ganepo Sambil Ucapkan Stop Kantong Kresek

0
Ilustrasi Menteri Susi via rilis id
KabarUang.com, Jakarta – Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan meminta penggunaan kantong plastik harus mulai dihentikan. Terlebih lagi, pemerintah tengah mencari cara mengatasi penggunaan kantong plastik dan juga sampahnya.

“Stop penggunaan Kantong kresek, atau plastik sekali pakai,” tulis Susi seperti dikutip akun twitternya seperti dikutip dari okezone com

Susi juga langsung saja memamerkan sebuah tas ganepo berwarna hijau untuk menggantikan kantong plastik atau kresek kepada masyarakat. 

Baca Juga  Produsen Miras Eropa Keluhkan Kesulitan Ekspor Ke Indonesia
“Lihat betapa cantiknya tas Ganepo yg saya pakai. Harganya hanya rp 16.000.. tidak luntur dan sangat kuat .. dilindas mobilpun balik lagi,” kata Susi seperti dikutip dari okezone com

Menurut Susi, tas ganepo yang ia pakai merupakan kerajinan tas yang bersumber bahan baku utamanya adalah dari tali bekas garmen tekstil.

“Plastiknya impor bekas tali2 garmen tekstil. Dibuang tidak terpakai .. bu Istiqomah dll membuat kerajinan tas2 ini,” kata Susi seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  AirAsia Stop Jual Tiket Pesawat Lewat Traveloka di 6 Negara

Permasalahan sampah plastik menjadi isu utama bagi pemerintah untuk diperangi. Dan kini sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia merupakan produsen sampah plastik laut nomor dua terbesar setelah Tiongkok. Indonesia juga mampu memproduksi 1 juta ton sampah per tahunnya. Jumlah ini setara dengan 1 truk sampah plastik ditumpahkan pada setiap 10 menit ke laut

Permasalahan kantong plastik juga sudah memakan korban yaitu ditemukannya ikan paus mati di Perairan Morotai Wakatobi. Yang lebih mengenaskan ternyata di dalam perut ikan paus tersebut ditemukan banyak sekali sampah plastik. Berdasarkan informasi, sampah plastik yang ada di dalam perut tersebut diperkirakan ada seberat 5,9 kg. 

Baca Juga  Fadli Zon Meminta KPK Selidiki Divestasi Saham Freeport
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here