Menteri Jonan Cabut Izin 70 Perusahaan Penyalur BBM

0
5
Ilustrasi Menteri Jonan via eksplorasi id
KabarUang.com, Jakarta – Sebanyak 70 badan usaha niaga penyalur bahan bakar minyak atau yang disingkat dengan BBM, non subsidi dan juga gas bumi terancam dicabut izin niaga dan izin badan usahanya lantaran tidak pernah hadir dalam verifikasi dan juga tidak melakukan pembayaran iuran.

“Kami tadi baru selesai rapim (rapat pimpinan), Pak Menteri (ESDM) tegaskan agar badan usaha yang tidak menghadiri verifikasi dan tidak membayar iuran agar diusulkan dicabut izin niaga dan izin badan usahanya,” kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa dalam rapat dengan Komisi VII, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Senin (18/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Secara rinci, puluhan penyalur itu terdiri atas sebanyak 41 badan usaha BBM dan juga 2 badan usaha gas bumi yang tidak pernah hadir pada verifikasi dan juga rekonsiliasi iuran; serta sebanyak 25 badan usaha BBM dan ada juga 2 badan usaha gas bumi yang tidak melakukan pembayaran iuran pada 2018. Fansurullah menuturkan BPH Migas akan mengusulkan rekomendasi pencabutan izin niaga dan izin puluhan badan usaha tersebut sesuai kesepakatan dengan Menteri ESDM.

Menurut dia, pencabutan izin niaga dan juga izin badan usaha dinilai perlu dilakukan jika badan usaha tersebut terindikasi tidak melakukan penjualan atau justru menyalahgunakan izin mereka. Pasalnya, menurut Fansurullah, pernah ada kasus penyalahgunaan penjualan BBM bersubsidi yang sumbernya dari kegiatan impor yang dilakukan sendiri atau bahkan lebih parah membeli dari Pertamina.

“Kami menghendaki kalau tidak jualan, apalagi indikasinya menjual BBM subsidi yang disalahgunakan, kemudian saat verifikasi tidak datang, ya sudah dicabut saja,” katanya seperti dikutip dari okezone com
 

Akan tetapi, Fansurullah mengaku jumlah volume BBM dan juga gas yang akan disalurkan oleh badan usaha niaga yang terancam dicabut itu tidaklah besar. Sepanjang tahun 2018, lanjut dia, dari total penjualan BBM nonsubsidi sebesar 51,23 juta kl, sekitar 80% dilakukan oleh Pertamina sekitar 44 juta kl.

Baca Juga  Simak Perkembangan Jumlah Turis Pariwisata Nasional Akhir Tahun

“Sisa 20% itu taruhlah 10% sembilan perusahaan yang besar-besar. Sisa 10 persennya itu sekitar 150 badan usaha lainnya yang paling maksimal 10 juta kl,” katanya menjelaskan jumlah tersebut dihitung dari total badan usaha niaga BBM sebanyak 164 badan usaha seperti dikutip dari okezone com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here