Menteri Enggar Janji Harga Bahan Pokok Tetap Stabil Menjelang Bulan Puasa

0

Ilustrasi via Kemendag com

KabarUang.com, Jakarta – Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan (Mendag) Indonesia berjanji atas komitmen pemerintah, terutama Kementrian Perdagangan untuk terus menstabilisasi harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang bulan puasa dan Lebaran tahun 2019.
“Beberapa minggu lagi kita akan menghadapi puasa dan lebaran yang biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat, terutama bapok, yang dapat berdampak pada kenaikan harga. Untuk itu, kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa terbebani dengan naiknya harga pangan atau kelengkapan barang,”ujarnya di Jakarta, pada Kamis (21/03) dilansir dari sindonews.com.
Maka dari itu, pemerintah mengadakan rapat koordinasi nasional yang tujuannya untuk mengidentifikasi sejauh mana persiapan kemetrian atau lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pelaku usaha itu sendiri dalam menjaga kestabilan harga pokok sebelum memasuki bulan puasa dan lebaran. Rapat ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa cukup stok bahan pokok di daerah-daerah.
Selain itu juga, rapat koordinasi ke daerah-daerah akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan April hingga minggu pertama bulan Mei, tujuannya ialah memantau lagsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog, dan distributor di 34 provinsi.
Rencananya kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak mulai dari eselon 1 sampai dengan staf Kemendag sendiri, termasuk juga pengawalan ketersediaan pasokan serta stabilisasi harga bahan pokok yang dilakukan secara intensif melalui penetrasi pasar yang dilakukan di 82 kabupaten dan kota pantauan.
Mendag mengatakan bahwa dirinya secara tegas akan mengendalikan harga bapok seperti tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi serta upaya yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, serta pelaku usaha pangan.
Sebelumnya pada tahun lalu harga pangan menurun. Hal itu dilihat dari inflasi kelompok bahan makanan tahuna (YoY) pada tahun 2014 hingga 2018 yang cenderung menurun. Bahkan inflasi kelompok bahan makanan dibawah inflasi nasional pada periode 2017 hingga 2018. Pengendalian inflasi juga dilakukan pada saat hari raya Natal dan Tahun Baru.
“Terkendalinya tingkat inflasi didukung beberapa langkah Kemendag dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan, yaitu dengan penguatan regulasi, penatalaksanaan, pemantauan dan pengawasan, serta upaya khusus. Sebagai indikator stabilisasi harga di masyarakat, lebih ditetapkan target inflasi pada 2019 sebesar 3,5% dengan toleransi kurang lebih 1%,”tutupnya.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga  Produk Manufaktur Jadi Fokus Pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here