Mengenai Dana Simpanan di Fintech, Apakah LPS Bisa Jamin ?

0
Ilustrasi Fintech via banknxt com
KabarUang.com, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan atau biasa disebut dengan singkatan LPS berencana untuk melebarkan ruang lingkupnya sebagai institusi yang menjamin dana simpanan masyarakat. Rencana itu juga digulirkan karena jasa keuangan saat ini terus berkembang akibat adanya perkembangan teknologi digital yang dikenal financial technology atau biasa disebut dengan fintech.

Destry Damayanti selaku Anggota Dewan Komisioner LPS, telah menjelaskan bahwa pengembangan ruang lingkup penjaminan dana simpanan di sektor fintech itu akan difokuskan terlebih dahulu di sektor industri fintech crowdfunding. Pola pembiayaan itu juga merupakan fintech yang melakukan penggalangan dana secara massal untuk membiayai suatu tujuan tertentu yang dapat disepakati secara bersama.

Baca Juga  Kegiatan Operasional Bank Indonesia (BI) Akan DItutup Saat Pemilu 17 April 2019

“Crowdfunding kan sifatnya mengumpulkan dana dari masyarakat. Nah apakah ini nanti bisa masuk sebagai definisi simpanan. Kalau masuk definisi simpanan tentunya ada implikasi pada Undang Undang LPS kita bahwa itu juga termasuk jaminan,” kata dia di Hotel Westin, Jakarta, Kamis 28 Februari 2019 seperti dikutip dari viva co id

Meski begitu dia juga mengakui bahwa perihal fintech sektor lain seperti pembiayaan atau peer to peer lending maupun juga fintech pembayaran yang juga pada dasarnya dijadikan alat oleh masyarakat untuk menanamkan dananya pada sebuah aplikasi sebagai alat pembayaran, LPS juga tidak akan bisa untuk memberikan penjaminan simpanan di sektor tersebut, dikarenakan beberapa hal.

Baca Juga  Gojek Dapatkan Pelatihan Pertolongan Pertama Dalam Suatu Kecelakaan

“Peer to peer kan sifatnya bukan simpanan. Peer to peer itu kan investasi yang langsung dialokasikan ke pihak peminjam. Jadi, sejauh ini kalau fintech peer to peer lending kami serahkan ke OJK,” tutur Destry seperti dikutip dari viva co id

“Memang yang menjadi banyak pertanyaan itu terkait e-Money, kita tahu sekarang sudah banyak beredar, contohnya Gopay. Tapi karena sifatnya bukan tabungan kami belum bisa masuk ke ranah sana,” ujarnya seperti dikutip dari viva co id

Baca Juga  Sri Mulyani Dapatkan Penghargaan Menteri Keuangan Terbaik Versi Majalah Global Markets

Jika mengacu kepada aturan yang sudah ada di UU seperti halnya di Undang Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, memang LPS hanya bisa menjamin simpanan dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Yang sementara itu dana nasabah yang ditempatkan lewat fintech sifatnya bukan dikatakan simpanan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here