Masyarakat Mengetahui Kemenkeu Hanya soal Utang, Sri Mulyani Sakit Hati

0
Ilustrasi Sri Mulyani via thejakartaport com
KabarUang.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, banyak masyarakat yang hanya fokus pada utang ketika membahas Kementerian Keuangan atau yang disingkat dengan Kemenkeu. Padahal, dalam kementerian ini juga mengelola beragam hal, termasuk aset negara yang terpenting.

“Yang terkenal di Kemenkeu itu hanya utang, padahal kita enggak punya Dirjen Utang. Adanya Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko. Tapi apakah kita sembunyikan utang? Enggak, kan memang kita lakukan pembiayaan,” ujarnya dalam acara pembukaan Hackathon Kemenkeu 2019 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (1/2/2019) seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Hindari 'Toxic People' dari Pertemananmu dengan kenali ciri-cirinya!

Dia juga menyatakan, banyak bagian yang juga perlu diperhatikan yakni aset negara. Menurut pendapatnya, di tengah peningkatan utang Indonesia, negara juga memiliki aset yang terus tumbuh. Hal tersebut sangat perlu diketahui oleh masyarakat.

“Kita itu punya aset negara. Tapi Dirjen Kekayaan Negara enggak dilihat yang dilihat utangnya, ketakutan soal utang terus, aset kita enggak dilihat,” jelasnya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Saham Nike Melonjak Naik 8 Persen Ditengah Hangatnya Perang Dagang Amerika Serikat - China

Oleh karena itu, dirinya selalu meminta pegawai Kemenkeu untuk kreatif dan juga berinovasi guna memberikan pemahaman yang tepat pada masyarakat mengenai pengelolaan uang negara.

“Coba sampaikan negara Indonesia merdeka yakni artinya punya keuangan negara yang disebut APBN, itu fiskal kebijakan, bagaimana kita menjalankannya.Tujuannya agar masyarakat punya rasa memiliki ini adalah negara kedautalan kemerdekaan dan ini uang kita,” kata dia seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Bengkak Aset BUMN Hingga Rp8.092 Triliun

Berdasarkan dari penilaian kembali atau juga revaluasi aset oleh Kemenkeu pada tahun lalu, aset negara mencapai sekitar Rp5.728,49 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar Rp4.190,31 triliun dari sebelumnya yaitu Rp1.538,18 triliun. Adapun aset negara tersebut terdiri Barang Milik Negara atau BMN yang tersebar di seluruh kementerian dan lembaga.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here