Masyarakat Akan Beralih ke Transportasi Lain Akibat Tarif Ojol Mahal

0
Ilustrasi Ojol via idntimes com
KabarUang.com, Jakarta – Tarif ojek online atau yang sering juga disebut dengan ojol yang baru ditetapkan pemerintah melalui peraturan Kementerian Perhubungan dinilai akan memberatkan masyarakat.

Ojek online ini sebagai sarana transportasi murah, mulai dari tanggal 1 April dikhawatirkan tak akan lagi menjadi transportasi andalan masyarakat karena tarifnya yang kini semakin melambung.

Pengamat transportasi yakni Djoko Setijowarno mengungkapkan, tarif baru sangat besar bagi masyarakat karena mengalami kenaikan hingga Rp3.000 sampai 5.000. Masyarakat akan mempertimbangkan lagi untuk kembali menggunakan jasa transportasi konvensional. Apalagi untuk saat ini pemerintah telah membuat sejumlah koneksi angkutan umum ke terminal Bus TransJakarta, MRT, dan juga LRT.

Baca Juga  PT Bumi Resources Tbk Berharap Produksi Emas Segera Terealisasi

“Memang semua itu tergantung penumpangnya. Kalau benar terburu-buru pasti akan memilih ojek online. Namun masyarakat Indonesia senangnya angkutan yang murah, apalagi untuk pergi setiap hari,” tutur Djoko seperti dikutip dari okezone com

Sebaliknya, menurut Djoko, aturan baru yang dikeluarkan Kemenhub ini untuk pengemudi secara tidak langsung akan dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Menurut dia juga tarif tertinggi sebesar Rp3.500 tidak akan masuk ke kantong pengemudi. Karenanya Djoko juga menyarankan agar pengemudi tidak lagi menjadikan profesi pengemudi ojek online ini sebagai sandaran hidup mereka.

Baca Juga  EDU : Arti Required Rate of Return

“Tiga tahun terakhir boleh seperti itu, pengendara bergaji layaknya manajer. Tapi kini persaingan semakin ketat ditambah mereka (manajemen ojol) kini sudah mencari untung tidak lagi seperti dulu yang masih mencari massa,” tuturnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here