Lonjakan Pasokan AS Berimbas Pada Turunnya Harga Minyak

Advertisement

Lonjakan Pasokan AS Berimbas Pada Turunnya Harga Minyak

Nurlaila Fitriani
Jumat, 08 Maret 2019
Ilustrasi via Faktanews com




KabarUang.com, New York – Pertumbuhan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan berimbas pada kekhawatiran akan adanya perlambatan ekonomi global serta melemahnya permintaan minyak. Harga minyak dunia pun dikabarkan turun satu persen pada akhir perdagangan Jum’at (Sabtu pagi WIB).

Laporan pertumbuhan pekerjaan AS yang hampir terhrnti pada Februari lalu dengan hanya 20.000 pekerjaan yang tercipta dtengah kontraksi dalam penggajian (pay roll) di sektor konstruksi dan beberapa sektor lainnya mengakibatkan pasar saham AS turun serta minyak berjangka.

Bahkan hal ini pun ditegaskan oleh Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi yang mengatakan bahwa ekonomi Eropa dalam keadaan “periode pelemahan yang berkelanjutan” pada Kamis (7/2).

Selain itu seorang teknisi juga mengatakan bahwa kondisi pasar ekuitas yang turun secara terus-menerus bisa mengakibatkan turunnya harga energi.

“Jika kita melihat pasar ekuitas terus turun, pada akhirnya akan menyeret harga-harga energi lebih rendah,”ujar Brian LaRose yang merupakan seorang analis teknis di United-ICAP.

Pelemahan ekonomi Eropa dan AS juga sejalan dengan turunnya pertumbuhan di Asia.

Hal ini dibuktikan dengan menurunnya ekspor China sebesar 21 persen pada Februari dalam mata uang dolar AS, sedangkan impor turun sebesar 5,2 persen. Hasil ini merupakan penurunan tersebar dalam tiga tahun terakhir, jauh lebih buruk dibandingkan dengan perkiraan para analis.

“Kami telah menyaksikan minggu ini menyalakan kembali kekhawatiran tentang ertumbuhan permintaan,”ujar Wakil Presiden Riset Tradition Energy, Gene McGillian di Stamford, Connectcut yang dilansir dari antaranews.com.

Permintaan minyak saat ini masih bertahan, seperti di China, impor minyak mentah berada di 10 juta barel per hari (bph). Dampak dari pertumbuhn ekonomi yang lambar ialah mengurangi bahan bakar serta menekan harga.

Terlihat dari sisi pasokan minyak, tahun ini pada Februari produksi minyak mentah Arab Saudi ysng fipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) turun pada Februari menjadi 10,136 juta barel per hari seperti dilansir dari sumber industri kepada Reuters.

Minyak berjangka ini juga didukung oleh sanksi-sanksi AS terhadap industri minyak anggota OPEC dan Venezuela. Namun AS sendiri memberi setai individu dan entitas lebih banyak waktu untuk mengakhiri kontrak keuangan atau perjanjian lainya.