Kini Indeks Dolar Dinilai Sedikit Menguat Karena Pelemahan Euro

0
Ilustrasi Dolar via CNBC Indonesia
KabarUang.com, Jakarta – Kurs dolar AS kini dinyatakan sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan hari Jumat atau Sabtu pagi WIB, di tengah anjloknya euro akibat adanya kekhawatiran atas perlambatan ekonomi Eropa, dipicu oleh data manufaktur Jerman yang kian suram.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) untuk sektor manufaktur Jerman turun menjadi di angka 44,7 poin dari sekitar 47,6 poin pada bulan Maret, penurunan tertajam sejak bulan Agustus tahun 2012, menurut indeks PMI.

Angka tersebut didasarkan pada survei bulanan terhadap sekitar 500 manajer pembelian dan juga direktur pelaksana industri manufaktur Jerman, yang disediakan oleh Asosiasi Jerman untuk Manajemen Rantai Pasokan, Pengadaan, dan juga Logistik.
 

Meski demikian, dolar AS jatuh terhadap mata uang safe-haven yen Jepang pada hari Jumat (22/3) karena data manufaktur AS yang kian suram memicu pada kekhawatiran tentang ekonomi yang lebih luas, dan juga pada imbal hasil obligasi pemerintah AS mengisyaratkan peningkatan kekhawatiran akan resesi.

Baca Juga  Mentan Meminjam 100.000 Ton Jagung untuk Selamatkan Peternak Mandiri

Spread atau juga selisih antara imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 3-bulan dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terbalik untuk pertama kalinya sejak 2007, setelah data PMI manufaktur AS tidak memenuhi perkiraan. Pembalikan kurva imbal hasil ini juga akan secara luas dilihat sebagai indikator utama resesi.

“Anda harus menganggapnya serius bahwa itu adalah sinyal untuk perlambatan pertumbuhan atau potensi resesi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Inilah yang diperhatikan oleh The Fed,” kata Kepala Manajemen Pendapatan Tetap Global SEI Investments Co, Sean Simko, di Oaks, Pennsylvania, seperti dikutip Antaranews, Sabtu (23/3/2019).

Baca Juga  Salurkan Gaji Prajurit Secara Non Tunai, TNI Gandeng BNI

Pada akhir perdagangan New York, euro dinyatakan turun menjadi USD1,1293 dari yang awalnya USD1,1353 pada sesi sebelumnya, dan juga pada pound Inggris naik menjadi sekitar USD1,3207 dari awalnya USD1,3075 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi sekitar USD0,7083 dari USD0,7107.

Dolar AS juga dibeli 110,06 yen Jepang, lebih rendah dari sekitar 110,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga kini naik menjadi 0,9944 franc Swiss dari 0,9937 franc Swiss, dan juga naik menjadi 1,3413 dolar Kanada dari 1,3376 dolar Kanada.

Baca Juga  Longgarkan RIM, Penyaluran Kredit Diharapkan Bisa Tumbuh 12%
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here