Kini Harga Minyak Dunia Naik Lagi Sebesar 1%

0
Ilustrasi Minyak Dunia
KabarUang.com, Jakarta – Harga minyak dunia kini naik sekitar satu persen pada penutupan perdagangan hari Jumat atau pada hari Sabtu pagi WIB sekaligus untuk membukukan kenaikan kuartal terbesar dalam satu dasawarsa. Hal tersebut juga disebabkan oleh sanksi-sanki AS terhadap Iran dan juga terhadap Venezuela serta pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC membayangi kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global.

Dikutip juga  dari Antaranews, pada hari Sabtu (30/3/2019), Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk penyerahan bulan Mei yang berakhir pada hari Jumat (29/3), naik sekitar 57 sen atau sekitar 0,8%, menjadi USD68,39 per barel, menandai kenaikan kuartal pertama sebesar 27%. Sementara untuk kontrak Juni yang lebih aktif ditutup naik sekitar 48 sen menjadi di angka USD67,58 per barel.

Baca Juga  Stadion Rp 5 Triliun Kelas Dunia Ada di Jakarta Utara

Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan pada bulan Mei naik sekitar 84 sen AS atau setara 1,42%, menjadi berakhir pada angka USD60,14 per barel, dan juga membukukan kenaikan sekitar 32% pada periode Januari sampai Maret. Untuk kedua acuan minyak mentah Brent dan juga WTI, kenaikan kuartalan adalah yang terbesar sejak kuartal kedua tahun 2009, ketika keduanya naik sekitar 40%.

Baca Juga  Menghitung Penghasilan Seorang Selebgram Yang Luar Biasa

Sanksi-sanksi AS terhadap Iran dan juga Venezuela telah mengangkat harga-harga minyak tahun ini. Washington berkeinginan untuk segera dapat melihat bahwa Malaysia, kemudian Singapura, dan juga yang lainnya sepenuhnya menyadari bahwa pengiriman minyak Iran dan juga taktik yang digunakan Iran untuk menghindari sanksi-sanksi adalah ilegal, kata seorang pejabat sanksi AS, hari Jumat (29/3).

Sigal Mandelker selaku wakil Menteri Keuangan AS untuk urusan Terorisme dan juga Intelijen Keuangan, mengatakan bahwa kepada wartawan di Singapura nantinya Amerika Serikat telah memberikan “tekanan kuat” tambahan pada Iran untuk minggu ini.

Baca Juga  Tekan Angka Pemotongan Sapi Betina Kata Kementan Hingga 47,1%
“Dengan sanksi-sanksi AS mengeluarkan minyak Iran dan Venezuela dari pasar, pada saat yang sama produsen OPEC dan non-OPEC ingin melihat harga yang lebih tinggi dan saat ini enggan untuk menebus volume yang hilang,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston seperti dikutip dari okezone com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here