Kemenhub Keluarkan Larangan Terbang, Lion dan Garuda Kandangkan Armada Boeing 737 Max 8

0
9
Ilustrasi Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti via liputanindonesianews com

KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan bertindak cepat setelah jenis pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET-302 kembali menelan korban.

Pesawat tersebut jatuh 50 kilometer selatan Addis Ababa, tepatnya di Hejere dekat Bishoftu, Ethiopia, pada Minggu (10/03).

Polana B Pramesti, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam keterangan tertulis di Jakarta Senin (11/3) menyampaikan bahwa larangan terbang sementara (temporary grounded) itu dilakukan untuk memastikan pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah ini disetujui oleh Menteri Perhubungan.

Baca Juga  Sri Mulyani Katakan Seluruh Dunia Terguncang Akibat Perang AS-China

Di Indonesia sendiri, pesawat jenis Boeing 737 Max 8 ini berjumlah 11 unit. 10 unit dimiliki oleh masakapai Lion Air dan 1 unit maskapai Garuda Indonesia.

Terkait keluarnya larangan terbang sementara pesawat jenis tersebut, Garuda Indonesia sejak sore hari (11/03) telah melakukan grounded 1 unit pesawat Boeing 737 Max 8 miliknya hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ihsan Rosan, VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (persero) Tbk mengungkapkan bahwa dari management Garuda sendiri selalu melakukan close review dan koordinasi intensif dengan Dirjen Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) terkait aspek mitigasi dan kebijakan preventif bagi tata kelola safety Boeing 737 Max 8 milik Garuda.

Baca Juga  KAI Incar Pendapatan Rp 23,5 Triliun di Tahun 2019 Ini

Garuda Indonesia mengapresiasi keputusan Kementerian Perhubungan ini dan terus mendukung upaya menjaga komitmen dan budaya safety dalam industri penerbangan tanah air.

Sedangkan dari pihak Lion Air sendiri belum ada tanggapan resmi terkait larangan terbang sementara 10 unit Boeing 737 Max 8 miliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here