Kemajuan Teknologi Harus Bisa Jadi Peluang Inklusi Keuangan

0
Ilustrasi Teknologi via siwystika blogspot com
KabarUang.com, Jakarta – Digitalisasi pada saat ini merambah ke berbagai lini industri termasuk perbankan. Kini, nasabah sudah tak perlu jauh-jauh ke bank untuk melakukan transfer atau bahkan hanya melihat saldo. Hanya dengan mengunduh aplikasi bank, proses tersebut bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Melihat semakin majunya penerapan teknologi di bisnis perbankan, Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan atau disingkat dengan LPS, yakni Samsu Adi Nugroho memberi nilai positif. Menurutnya, penerapan teknologi di bisnis perbankan sejatinya merupakan peluang bagi inklusi keuangan.

Baca Juga  Akhir Oktober 2018, Defisit Anggaran Capai Titik Terendah Dalam 5 Tahun

“Harusnya (kemajuan teknologi) itu sebagai peluang inklusi keuangan. Orang semakin mudah menabung dan investasi,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (13/3/2019) seperti dikutip dari okezone com

Dia juga bahkan menambakan, inklusi kuangan yang positif tentu juga akan memberi dampak positif pada sektor lainnya. Sehingga menurut pendapatnya, kemajuan teknologi itu tak akan mengancam posisi para pekerja.

“Dengan inklusi keuangan tentunya akan terjadi perluasan pasar, sektor riil akan berkembang, dan sektor lain juga ikut,” terangnya seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Sekarang Mengurus Sertifikat Tanah Bisa Pakai Sistem Digital

Mengikuti pesatnya perkambangan teknologi juga, LPS, dan  Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan berkolaborasi membuat sistem yang terintegrasi untuk sektor perbankan.

“Pertengahan tahun lalu sudah dipukul gong untuk memulai ini. Semacam launching bahwa semua pihak sudah sepakat punya sistem yang terintegrasi. Mudah-mudahan tidak lama lagi penerapannya,” ungkap Samsu Adi seperti dikutip dari okezone com

Dengan sistem yang tengah dibangun ini, nantinya akan sangat memudahkan perbankan dalam melakukan penginputan laporan. Bila selama ini juga mereka membuat laporan untuk tiga instansi yakni LPS, OJK, dan BI, maka dengan sistem, hanya tinggal sekali penginputan saja langsung jadi.

Baca Juga  Busana Mandiri Corporation Kini Naik Kelas

“Pihak otiritas nanti tinggal memilih data mana yand diperlukan sesuai tugasnya. Misal LPS butuh data penjaminan, OJK kualitas aset dan sebagainya,” pungkasnya seperti dikutip dari okezone com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here