Kelompok Santri Milleniah Dituntut untuk Ternak Ayam

Advertisement

Kelompok Santri Milleniah Dituntut untuk Ternak Ayam

Nurlaila Fitriani
Minggu, 10 Maret 2019

Ilustrasi via Inilah koran com



KabarUang.com, Cirebon – Sepanjang tahun 2019 kelompok santri millenial akan dituntut untuk bisa ternak ayam. Hal ini dikarenakan Badan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kemnetrian Pertanian (Kementan) berencana membentuk sebanyak 850 Kelompok Santri
Tani Millenial (KSTM) di Jawa Barat.

“Kelompok Santri Tani Millenial di Jabar yang akan kami tumbuhkan tahun ini ada 850 klompok,”ujar Kepala Badan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementan Momon Rusmono di Cirebon, pada Sabtu (9/2) dilansir dari antaranews.com.

Beliau juga mengatakan nantinya dalam satu kelompok santri terdapat 20 hingga 30 santri yang akan diberikan bantuan berupa ayam, kandangnya, serta obat-obatan. Bukan hanya itu, kelompok santri juga akan diberikan pelatihan secara gratis. Lebih jelasnya Kementan akan memberikan sosialisasi, identifikasi dan verifikasi, yang dilanjutkan dengan Bimtek, pembuatan kandang serta pendistribusian ayam.

“Masing-masing Kelompok Santri Tani Millenial ini akan mendapatkan bantuan sekitar 500 ekor ayam, kandang, pakan dan obat-obatan termasuk ada pelatihan,”tambahnya.

Program ini sendiri dibuat dengan tujuan agar kelompok santri millenial mempunyai keahlian khusus dalam bidang pertanian, terutama soal ternak ayam.

“Santri ini diharapkan tidak hanya aktif agama, tapi juga mempunyai keahlian lainnya,”paparnya.

Sebanyak 10 santri yang tergabung dalam Kelompok Santri Tani Millenial akan diberikan pelatihan tentang pemasaran ayam yang sudah dibudidaya.

“Kami akan latih 10 orang bagaimana melakukan budidaya ayam termasuk terkait pemasaran dan sebagainya,”jelasnya.

Beliau memaparkan bahwa pondok pesantren yang memiliki potensi agribisnis dibperbolehkan menerima lebih dari 1 Kelompok Santri Tani Millenial. Seperti di Kabupaten Cirebon yang termasuk kedalam 3 daerah terbesar di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor dan Tasik.

“Diharapkan Cirebon yang memang menjadi lumbung pangan bagi Jawa Barat dan Nasional dapat lebih ditingkatkan sehingga petani lebih sejahtera, kedaulatan pangan terwujud dan Indonesia Jaya,”tambahnya.

Program Kelompok Santri Tani Millenial ini dibentuk usai Bimbingan Teknis budidaya ayam dan pembentukan Kelompok Usaha Bersama KUB di Convention Hall UMC. Program yang diusung Kementan ini merupakan program yang berorientasi pada pertumbuhan Santri Tani Millenial dan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) untuk bantuan ayam.