Kebijakan Moneter Ketat Yang Diambil Bank Sentral AS Berkontribusi Terhadap Dolar Yang Kuat Dan Merusak Daya Saing AS

Advertisement

Kebijakan Moneter Ketat Yang Diambil Bank Sentral AS Berkontribusi Terhadap Dolar Yang Kuat Dan Merusak Daya Saing AS

Senin, 04 Maret 2019
Ilustrasi Dolar AS via businesstoday id
KabarUang.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) yakni Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve atau disebut juga The Fed dengan mengatakan bahwa kebijakan moneter ketat yang diambil bank sentral AS sangat berkontribusi terhadap dolar yang kuat dan juga dapat merusak daya saing AS.

"Kami memiliki seorang pria yang menyukai dolar yang sangat kuat di The Fed," sindir Trump seperti dikutip Reuters seperti dikutip dari okezone com

"Saya ingin dolar yang kuat, dan bagus untuk negara kita, bukan dolar yang begitu kuat sehingga kita sulit berbisnis dengan negara lain," ujarnya seperti dikutip dari okezone

Trump juga memang sering kali mengkritik kebijakan The Fed dan juga Jerome Powell yang sebagai gubernur The Fed karena beberapa kali ini ia ingin menaikkan suku bunga acuan. 

Bank sentral AS juga telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun lalu, Baru-baru ini meraka telah mengisyaratkan bahwa nantinya akan adanya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut lagi sebagai anggapan terhadap meningkatnya kekhawatiran tentang prospek ekonomi di tengah volatilitas pasar keuangan, dan dapat memperlambat pertumbuhan global dan juga perang dagang antara Amerika Serikat dan China.