Kebanyakan Untuk Investasi, Utang BUMN Naik Jadi Rp2.394 Triliun

0
Ilustrasi Utang via blog modalku co id
KabarUang.com, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau yang disingkatan BUMN menyatakan bahwa kenaikan utang perusahaan plat merah yang cukup signifikan, digunakan untuk kebutuhan investasi. Pada sepanjang tahun 2018 sudah tercatat utang perusahaan BUMN mencapai sekitar Rp2.394 triliun. Realisasi itu meningkat tajam dari posisi di tahun 2017 yang sebanyak Rp1.623 triliun saja.

“Ya namanya proyek investasi kan ada porsi ekuitas dan utang,” ujar Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro seusai acara Rapat Koordinasi BUMN di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019) seperti dikutip dari okezone com

Baca Juga  Di Masa Perdagangan Pertama Tahun 2019 Harga Emas Lemah

Dia juga menyatakan bahwa peningkatan utang ini merupakan hal yang wajar karena dengan investasi tersebut perusahaan akan tumbuh dan juga berkembang besar. Menurutnya, meski utang meningkat, perusahaan BUMN juga memiliki kemampuan untuk segera membayarnya. 

“Aman (kemampuan membayar) pendapatannya ada berapa ribu triliun, kemampuan bayarnya kan dari pendapatan,” katanya seperti dikutip dari okezone com

Adapun tahun 2018, BUMN membukukan laba sebesar Rp188 triliun, dan meningkat tipis dari tahun sebelumnya tahun 2017 yang mencapai hanya  Rp186 triliun. Total aset BUMN juga naik menjadi sebanyak Rp8.092 triliun dari capaian tahun 2017 hanya sebesar Rp7.210 triliun. Kemudian, total ekuitas BUMN juga meningkat dari sekitar Rp2.380 triliun pada 2017 menjadi sebanyak Rp2.479 triliun pada 2018.

Baca Juga  BUMN Kena Lagi Karena Mau Bisnis Properti, Menteri Rini : Ngapain Bikin Kalau Sudah Ada?

Sementara total belanja modal BUMN meningkat dari Rp268 triliun untuk infrastruktur pada tahun 2017 menjadi sebesar  Rp379 triliun pada tahun 2018. Sedangkan untuk total belanja modal BUMN non infrastruktur juga naik dari sekitar Rp47 triliun pada tahun 2017 menjadi sebanyak Rp108 triliun pada tahun 2018.

Adapun kontribusi BUMN terhadap Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara atau APBN melalui pajak, dividen dan juga penerimaan negara bukan pajak PNBP juga meningkat dari sekitar Rp354 triliun pada tahun 2017 silam menjadi sebanyak  Rp422 triliun di tahun 2018.

Baca Juga  Alasan Sri Mulyani Tentang Defisit Perdagangan November Melebar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here