Kata OJK Sektor Jasa Keuangan Dinilai Akan Terjaga

0
Ilustrasi OJK anto Prabowo via medcom id
KabarUang.com, Jakarta –  Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menilai mengenai stabilitas dan juga likuiditas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga. Kinerja intermediasi dan profil risiko lembaga jasa keuangan stabil pada bulan Februari tahun 2019.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan juga Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, sentimen global yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain seperti halnya pelambatan perekonomian global diikuti kebijakan moneter negara-negara utama yang lebih longgar (dovish).

Indikator perekonomian Amerika Serikat (AS), Eropa, lalu Jepang, dan juga China cenderung berada di bawah ekspektasi serta mendorong penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2019.

Baca Juga  Ada Perubahan Skema Bagi Hasil Minyak Dan Gas Bumi

“Perkembangan tersebut mendorong The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan Federal Funds Rate (FFR) pada tahun 2019 dan menghentikan program normalisasi neraca mulai September 2019,” ujarnya di Jakarta, kemarin seperti dikutip dari okezone com.

Bank Sentral Eropa dan juga Jepang juga tetap mempertahankan suku bunga kebijakan tahun 2019 serta berkomitmen menyediakan likuiditas yang dibutuhkan pasar. Pemerintah China juga berencana memberikan insentif moneter dengan pelonggaran suku bunga dan juga rasio giro wajib minimum (GWM) serta insentif fiskal dengan menurunkan tarif pajak.

Baca Juga  Vokasi Industri Gaet 400.000 Siswa SMK Guna Kurangi Pengangguran

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong berlanjutnya inflow ke emerging markets, termasuk Indonesia khususnya untuk di pasar surat utang dan juga meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Sejalan dengan perkembangan likuiditas dan juga pada  tren global, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga kebijakannya.

Selain itu, perkembangan di pasar keuangan global, pasar saham, dan juga nilai tukar rupiah pada Februari melemah tipis masing-masing sebesar 1,37% dan juga sekitar  0,64% dibandingkan bulan lalu, dengan investor nonresident membukukan net sell di pasar saham sekitar Rp3,4 triliun.

Baca Juga  HUT ke 9, Bukalapak Investasi 1 Triliun untuk Warung Kecil
Akan tetapi, secara year to date Indeks Harga Saham Gabungan atau yang disingkat dengan IHSG masih meningkat sebesar 4,02% dengan investor non-resident membukukan net buy sekitar Rp10,5 triliun. Secara sektoral, kata dia bahwa kontributor terbesar penurunan IHSG pada bulan Februari berasal dari sektor aneka industri dan pertanian.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here