Isu Perlambatan Ekonomi Global Membuat Dolar AS Kini Dinyatakan Melemah

0
Ilustrasi Dolar AS via inews id
KabarUang.com, Jakarta –  Kurs dolar Amerika Serikat (AS) kini dinyatakan tengah melemah pada akhir perdagangan hari Senin waktu setempat atau hari Selasa pagi WIB di tengah berlanjutnya isu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun sekitar 0,09% menjadi 96,5640 pada akhir perdagangan. Demikian seperti dikutip dari okezone com, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga  Menteri ESDM Resmikan Sambungan Rumah Jargas di Sidoarjo

Pada akhir perdagangan New York, euro juga kini meningkat menjadi 1,1312 dolar AS dari sekitar 1,1293 dolar pada sesi sebelumnya, dan juga pound Inggris turun menjadi sekitar 1,3180 dolar dari 1,3207 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia juga kini naik menjadi 0,7108 dolar AS dari sebelumnya 0,7083 dolar AS.

Dolar AS kini dibeli 110,05 yen Jepang, lebih rendah dari sebelumnya yakni110,06 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS kini turun menjadi 0,9925 franc Swiss dari 0,9944 franc Swiss, dan juga turun menjadi 1,3411 dolar Kanada dari sekitar 1,3413 dolar Kanada.

Baca Juga  Bertemu Presiden Jokowi, Achmad Zaky CEO Bukalapak Minta Maaf

Kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan global sangat dipicu adanya kurva imbal hasil terbalik untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Selain itu juga sejumlah indikator penggerak perekonomian negara-negara maju terpantau suram dan juga bertahan hingga pada hari Senin.

Kurva imbal hasil terbalik terjadi ketika suku bunga jangka pendek dapat melampaui yang berjangka panjang. Ini dianggap sebagai indikator yang sangat penting dari kemungkinan resesi ekonomi. Kurva imbal hasil terbalik juga tetap akan berlanjut pada hari Senin.

Baca Juga  Kebijakan Ekspor Dibuat Untuk Perbaiki Neraca Perdagangan Indonesia
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here