Ini Dia Hasil Pertemuan Petinggi Boeing dengan Garuda

0
Ilustrasi Boeing Garuda via youtube com
KabarUang.com, Jakarta – Sejumlah petinggi The Boeing Company juga masih belum mau berkomentar setelah melakukan pertemuan dengan beberapa pihak manajemen Garuda Indonesia, terkait dengan negosiasi pembatalan jenis pesawat Boeing 737 Max 8.

“No comment,” kata Sales Director International Sales The Boeing Company Samir Belyamani seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (28/3/2019) seperti dikutip dari okezone com.
 

Akan tetapi, bila pihak wartawan memiliki pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan juga melalui surat elektronik atau bahkan tinggal email saja pertanyaan tersebut, lanjutnya, akan segera dibalas oleh pihak perwakilan regional Boeing yang di kawasan Asia Tenggara ini berbasis di Singapura.

Baca Juga  Kini Indeks Dolar Dinilai Sedikit Menguat Karena Pelemahan Euro

Petinggi Boeing tersebut juga telah mendatangi kantor Garuda yang terletak di area perkantoran Bandara Soekarno-Hatta dari sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya juga sudah diwartakan, bahwa pihak Maskapai Garuda Indonesia akan sgera bertemu dengan petinggi perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing pada pekan depan terkait pengajuan pembatalan pengiriman sekitar 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8.

“Mereka (petinggi Boeing) akan datang ke Indonesia,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara seperti dikutip dari okezone com.

Ari juga mengatakan, bahwa pihaknya telah mengajukan pembatalan tersebut, dan juga kemungkinan juga mengusulkan penggantian dengan jenis pesawat yang lainnya.

Baca Juga  Standard Chartered Lepas 45% Saham di Bank Permata

“Kemungkinan (penukaran) itu ada, tapi saat ini belum mengajukan opsi ke Boeing, baru cancel saja,” katanya seperti dikutip dari okezone com.

Dari total sebanyak 50 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dipesan Garuda, satu di antaranya ternyata sudah dioperasikan untuk penerbangan domestik.
 

Akan tetapi dia juga mengaku masih belum dibahas terkait satu unit jenis Boeing 737 Max 8 yang sudah beroperasi tersebut. “Belum dibahas,” kata Ari seperti dikutip dari okezone com.

Terkait segala biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembelian pesawat tersebut, Ari juga mengatakan semua dibeli menggunakan skema pembiayaan atau dengan kata lain leasing. “Kami enggak ada ‘capital expenditure’ tapi ‘operational expenditure’” katanya seperti dikutip dari okezone com.

Baca Juga  Produk Digital Jadi Fokus Pemasaran Asuransi Astra Tahun 2019

Ari juga mengatakan pembatalan tersebut karena hilangnya kepercayaan publik terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 setelah mengalami dua kali kecelakaan, yakni di pesawat jenis Lion Air JT 610 dan Ethiophian Airlines ET 302. Terlebih, dari sejumlah otoritas penerbangan Uni Eropa dan juga Amerika Serikat Federal Aviation Administration sudah melarang untuk sementara pengoperasian jenis pesawat tersebut.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here